PANGKALPINANG - Mencetak Generasi Qur'ani terus digalangkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di 34 provinsi se-Indonesia. Program Halaqoh Tahfidzul Qur'an (HTQ) beberapa tahun yang lalu hanya beberapa Provinsi yang merealisasikannya.

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Bangka Belitung (Babel) temasuk baru menjalankan program ini, yakni pada tahun 2017. Walaupun tergolong baru dicanangkan, ternyata di tingkat PAC/PC LDII di Babel sudah banyak bermunculan Tahfidz Al-Qur'an hasil didikan PAC/PC LDII setempat yang sudah dulu berinisiatif menjalankan program HTQ.

    Alhasil, berdasarkan rekap data yang diterima Radar Bangka, ada beberapa peserta HTQ yang sudah hafal Al-Qur'an 1-4 Juz, beberapa diantara mereka mengikuti perlombaan dan berhasil membawa gelar juara. Termotivasi dengan gencarnya program HTQ di PAC/PC/DPD LDII dan prestasi-prestasi siswa HTQ, membuat DPD LDII Pangkalpinang menggelar seleksi calon santri HTQ.

    Peserta seleksi menyetorkan hafalan surat yang dihafalnya, dan menunjukkan kemampuan baca Al-Qur'annya kepada Tim seleksi HTQ. Setelah itu, dilanjutkan wawancara kepada Para calon santri dan orangtua yang anaknya akan mengikuti program HTQ yang dilaksanakan pada Minggu mendatang.

    Seleksi penerimaan santri HTQ, ditargetkan untuk anak usia SD atau yang dikenal dengan Cabe Rawit, sampai usia Remaja. Ketua Tim HTQ Didik Murdianto menerangkan, seleksi ini dilakukan untuk menjaring talent-talent generasi penerus (Generus) Hafidzul Qur'an di Kota Pangkalpinang sehingga menjadi Hafidzul Qur'an yang berkualitas Nasional maupun Dunia.

    "Dengan akhlaq yang baik, ilmu agama yg tinggi dan mandiri, ditambah hafidz Qur'an, maka diharapkan mampu menjadi generus yang berkualitas dan dapat diandalkan untuk masa depan Bangsa dan Negara Indonesia," katanya melalui siaran pers kepada Radar Bangka.

    Orangtua yang diharapkan kehadirannya, ternyata kurang maksimal dalam kehadiran, karena tidak semua orangtua murid yang bisa hadir mengikuti seleksi wawancara khusus untuk orangtua peserta. Ketidakhadiran orangtua calon santri HTQ pun ditanggapi oleh Didik. Menurutnya, ketidakhadiran orangtua peserta, dimungkinkan karena sibuk bekerja sehingga hanya bisa mengirimkan anaknya untuk ikut seleksi.

    Panitia rencananya akan langsung menemui orangtua siswa yang berhalangan hadir untuk menanyakan keseriusan orangtua. "Itu tidak masalah, nanti Panitia seleksi akan mendatangi orangtua anak yang bersangkutan yang tidak hadir dalam wawancara perihal keseriusan mengikutkan anaknya pada program HTQ," ungkapnya.(rel)