MIMIKA, PAPUA TENGAH – Ratusan remaja putri yang bernaung di bawah Pimpinan Cabang (PC) LDII Mimika Baru memadati Masjid Ainil Yaqin pada Minggu, 3 Mei 2026, guna mengikuti pengajian rutin yang digelar secara khidmat. Kegiatan pembinaan mental dan spiritual ini dilaksanakan melalui format hybrid, menggabungkan pertemuan tatap muka langsung dengan partisipasi daring bagi peserta yang berada di wilayah terpencil seperti Distrik Tembagapura hingga Kabupaten Mappi.
Fokus Pembinaan Karakter dan Pemahaman Syariat
Langkah LDII dalam menginisiasi forum khusus perempuan ini merupakan upaya sistematis untuk memperkuat fondasi keagamaan di kalangan generasi muda. Atmosfer Masjid Ainil Yaqin terasa hidup sejak pagi hari, di mana para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyerap materi yang disampaikan oleh para pendidik dan ulama setempat.
Rangkaian acara dibuka dengan sesi pendalaman Al-Qur’an yang komprehensif, mencakup pembacaan ayat suci, pemaknaan harfiah, hingga penjelasan tafsir yang relevan dengan problematika remaja saat ini. Melalui pendekatan ini, para remaja putri diharapkan tidak sekadar mampu membaca secara lisan, tetapi juga menginternalisasi setiap nilai ilahiah ke dalam perilaku keseharian mereka.
Peran Sentral Perempuan dalam Prespektif Islam
Setelah pengkajian Al-Qur’an, agenda berlanjut pada pembahasan Hadits Nabi yang secara spesifik mengulas tentang kedudukan perempuan dalam tatanan Islam. Materi ini menyoroti bagaimana peran strategis seorang perempuan, baik saat menjadi individu mandiri, seorang istri, maupun saat memikul tanggung jawab sebagai ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Dewan Penasihat LDII Mimika, H. Edi W Soeryono, M.Pd., M.Si., memberikan nasihat agama yang menyentuh sisi emosional dan intelektual para peserta. Beliau menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kesiapan mental yang tangguh dari para perempuan muda.
“Pengajian rutin tingkat PC ini menjadi wadah pembinaan khusus bagi remaja putri LDII, agar mereka memahami pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Selain itu, pengajian ini juga bertujuan membentuk karakter religius, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mempersiapkan generasi putri yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar H. Edi W Soeryono saat memberikan arahan di hadapan para jamaah.
Inovasi Pembinaan di Wilayah Menantang
Keberhasilan pelaksanaan acara secara hybrid membuktikan bahwa keterbatasan geografis di tanah Papua bukan lagi penghalang untuk mendapatkan akses pendidikan agama yang berkualitas. Penggunaan teknologi komunikasi memungkinkan para remaja putri di Tembagapura dan Mappi tetap terhubung secara spiritual dan intelektual dengan pusat kegiatan di Mimika Baru.
Selama berlangsungnya pengajian, para peserta tampak sangat fokus dan tekun mencatat poin-poin penting. Ada kesadaran kolektif yang terbangun bahwa ilmu yang mereka pelajari merupakan investasi jangka panjang, bukan hanya untuk ketenangan batin, melainkan sebagai kompas moral dalam menavigasi masa depan di tengah perubahan sosial yang cepat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen LDII Mimika Baru dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul (professional-religious). Dengan pembekalan yang matang sejak usia remaja, diharapkan lahir generasi perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh untuk berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.