Langkah Nyata Penanaman Pohon di SMP dan SMA Budi Luhur Mandiri
SANGATTA – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh Yayasan Budi Luhur Mandiri (BLM) melalui aksi nyata penanaman puluhan bibit pohon di area pendidikan SMP dan SMA Budi Luhur Mandiri, Sangatta Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026) ini merupakan langkah strategis untuk mendukung program penghijauan pemerintah sekaligus menciptakan ekosistem belajar yang asri bagi para siswa di Kutai Timur.
Gerakan penghijauan ini dipusatkan di Jalan Mahabarata, tepatnya di lingkungan Gang Budi Luhur, RT 32, RW 08, Kecamatan Sangatta Utara. Berbagai jenis pohon mulai dari tanaman produktif hingga tanaman hias seperti pohon aren, kelapa hijau, hingga pucuk merah ditanam secara simbolis dan masif. Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas udara dan kenyamanan di lingkungan sekolah.
Kolaborasi Demi Keberlanjutan Lingkungan
Pimpinan Proyek Penanaman Pohon, KH Muhammad Ilyas, menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesepakatan bersama untuk menjaga kelestarian alam. Kolaborasi antara Yayasan BLM dan DPD LDII Kutai Timur menjadi kunci utama keberhasilan program ini dalam menyinergikan visi lingkungan masyarakat.
"Beberapa tanaman sudah dipersiapkan untuk penghijauan ini. Pohon ini insyaallah akan bisa bertahan hingga waktu yang cukup lama, dan menjadi sumber keteduhan sebagaimana yang diharapkan," ujar KH Muhammad Ilyas.
Lebih dari sekadar menanam, pihak yayasan memandang bahwa estetika lingkungan sangat berkorelasi dengan kualitas pedagogis. Sekolah yang hijau dipercaya mampu menurunkan tingkat stres siswa dan meningkatkan fokus dalam menyerap materi pelajaran di kelas.
Mendidik Karakter Melalui Kecintaan pada Alam
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan BLM, Susiawan Widodo, menekankan pentingnya fasilitas yang mendukung kesejahteraan psikologis warga sekolah. Baginya, pendidik yang baik harus mampu menghadirkan ruang yang memanusiakan siswa melalui keasrian alam sekitar.
"Bila kita tidak menghadirkan suasana belajar-mengajar yang nyaman dan asri, kita tidak bisa menjadi pendidik yang baik untuk siswa-siswi kita. Karena, fasilitas belajar yang nyaman juga bagian dari proses pembelajaran itu sendiri," papar Susiawan Widodo.
Melalui aktivitas ini, Yayasan BLM ingin menanamkan nilai-nilai karakter berupa cinta lingkungan kepada generasi muda sejak dini. Widodo berharap gerakan ini menjadi stimulus bagi warga sekitar untuk turut menjaga ekosistem lokal.
"Kami melalui penanaman pohon ini berharap untuk bisa mengajarkan kepada siswa dan warga sekitar lingkungan sekolah untuk bisa cinta dan sayang lingkungan. Semoga Allah berikan kebaikan, aman, lancar dan barokah," tambah Susiawan Widodo.
Aksi hijau ini menutup rangkaian agenda lingkungan pekan ini dengan harapan besar akan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat luas di Kalimantan Timur.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.