PADANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Padang menyelenggarakan pengajian "Tabligh Akbar" sebagai langkah strategis dalam membekali ratusan calon jemaah haji untuk tahun keberangkatan 2026. Bertempat di pusat dakwah setempat pada Sabtu (27/4), kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan ratusan warga yang antusias menyimak materi persiapan haji serta penguatan spiritual pasca-Ramadan.
Menanamkan Rasa Syukur dan Kesiapan Mental
Suasana khidmat menyelimuti aula saat Dewan Penasihat LDII Provinsi Sumatera Barat, Buya Afrizal Yaman, naik ke mimbar untuk menyampaikan tausiah utamanya. Dalam orasi religiusnya, ia menekankan bahwa keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan puncak dari manifestasi rasa syukur seorang hamba atas nikmat keamanan dan kesehatan yang diberikan Sang Khalik.
Sambil mengutip hadis Rasulullah SAW, Afrizal mengingatkan audiens mengenai definisi kekayaan sejati dalam Islam. Beliau memaparkan bahwa rasa aman di rumah, kesehatan badan, dan ketersediaan pangan harian adalah anugerah yang setara dengan memiliki seisi dunia.
"Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya, diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya," ujar Buya Afrizal Yaman saat mengutip Hadis Riwayat Ibnu Majah nomor 4141.
Menurutnya, jika tiga pilar kehidupan tersebut sudah terpenuhi, maka seorang mukmin sejatinya telah menjadi pribadi yang sangat kaya di hadapan Allah SWT. Hal inilah yang harus menjadi landasan mental para calon jemaah haji sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Konsistensi Menuntut Ilmu sebagai Identitas Warga LDII
Dalam kesempatan yang sama, Buya Afrizal juga menyinggung apresiasi dari berbagai tokoh nasional terhadap metode dakwah LDII. Ia menyitir pernyataan Dahnil Azhar Simanjuntak mengenai militansi warga LDII dalam menjaga rutinitas majelis ilmu. Kedisiplinan ini dianggap sebagai kunci utama dalam pembentukan karakter umat yang kokoh dan tidak mudah tergerus zaman.
"Orang LDII itu dikenal karena konsisten dalam majelis ilmunya, ngajinya saja bisa tiga kali dalam seminggu di tingkat PC dan PAC," tutur Buya Afrizal Yaman menirukan apresiasi yang sering muncul dari tokoh-tokoh luar organisasi.
Lebih lanjut, beliau mengapresiasi keberhasilan warga dalam menyukseskan lima program ibadah unggulan selama Ramadan lalu. Namun, ia mewanti-wanti agar semangat tersebut tidak mengendur di bulan-bulan berikutnya, terutama saat memasuki bulan Dzulqa’dah yang menjadi pintu gerbang menuju musim haji dan kurban.
Persiapan Teknis dan Spiritual Menuju Haji Mabrur
Transisi dari bulan Ramadan menuju musim haji memerlukan kesiapan ekstra. Afrizal menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah mahdhah, khususnya salat lima waktu. Ia mengingatkan bahwa kesempurnaan salat berjamaah yang dilakukan dengan tuma’ninah (tenang) akan menghadirkan kedamaian batin bagi jemaah.
Sementara itu, KH Muhammad Shodiqin selaku Wakil Ketua DPD LDII Kota Padang yang juga mengisi sesi pengajian tafsir Al Quran, menjelaskan bahwa pembekalan ini memang dirancang khusus bagi mereka yang masuk dalam daftar keberangkatan haji tahun 2026. Sejak pagi hari, para jemaah telah menerima materi teknis maupun filosofis mengenai rukun dan wajib haji.
"Kegiatan ini tidak hanya tabligh akbar, tetapi juga menjadi pembekalan bagi calon jamaah haji tahun 2026 yang sudah dimulai sejak pagi hari. Pembekalan ini penting agar jamaah mampu menjaga kesempurnaan rukun haji dan meraih predikat haji mabrur, bahkan setelah kembali ke tanah air," ungkap KH Muhammad Shodiqin.
Beliau juga memanjatkan doa agar seluruh prosesi keberangkatan jemaah, khususnya dari wilayah Kota Padang, diberikan kelancaran dan keamanan oleh Allah SWT. Bagi warga yang belum mendapatkan kesempatan berangkat haji tahun ini, Shodiqin memberikan motivasi agar tetap mengoptimalkan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan.
Sebagai penutup rangkaian acara, DPD LDII Padang berharap agar momentum pasca-Syawal ini menjadi titik balik bagi setiap warga untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan semakin matang dalam menjalankan syariat agama.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.