Strategi Mengelola Rezeki: Oktavian Fauzi Tutup GenFest 2026 dengan Visi Bisnis Berkelanjutan

Strategi Mengelola Rezeki: Oktavian Fauzi Tutup GenFest 2026 dengan Visi Bisnis Berkelanjutan

Fondasi Kuat Pengelolaan Keuangan dalam Kewirausahaan Generasi Muda

JAKARTA – Menutup rangkaian panjang Generus Festival (GenFest) 2026, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghadirkan sesi talkshow inspiratif bertajuk “Mengelola Rezeki, Menguatkan Bisnis” pada Kamis (9/4/2026) lalu di Jakarta. Dalam acara tersebut, pemilik Jabon Group, Oktavian Fauzi, membedah secara mendalam urgensi kontrol diri dan manajemen finansial sebagai fondasi utama dalam menjaga eksistensi sebuah usaha di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif.

Pemaparan Oktavian menyoroti satu fenomena krusial yang sering luput dari perhatian para pengusaha muda: perbedaan mendasar antara kemampuan mencari uang dan ketangkasan dalam mengelolanya. Menurutnya, memiliki pendapatan besar tidak menjamin keberlangsungan bisnis jika tidak dibarengi dengan kecakapan manajerial yang mumpuni.

“Menghasilkan dan mengelola keuangan itu dua skill yang berbeda,” ujar Oktavian Fauzi saat memberikan arahan kepada ratusan peserta GenFest.

Refleksi Kegagalan: Dari Omzet Miliaran Menuju Titik Nadir

Kisah perjalanan karier Oktavian bukanlah jalan setapak yang selalu mulus. Ia mengisahkan bagaimana dirinya memulai usaha sejak usia belia, meniti langkah dari seorang dropshipper hingga akhirnya sukses menembus pasar internasional dengan bisnis ekspor beromzet miliaran rupiah. Namun, kejayaan tersebut sempat goyah akibat badai kegagalan besar yang dipicu oleh kesalahan manajemen operasional dan kendala pengiriman logistik.

Hempasan tersebut meninggalkan beban utang yang sangat masif, mencapai angka miliaran rupiah. Alih-alih menyerah, Oktavian menjadikan titik nadir tersebut sebagai laboratorium pembelajaran untuk merumuskan ulang konsep bisnis yang lebih sehat dan tahan banting. Ia kemudian membangun kembali kerajaan bisnisnya dari nol, kali ini dengan fokus pada sektor peternakan, khususnya komoditas kelinci pedaging yang dikelola melalui Jabon Group.

“Bisnis bukan hanya tentang omzet, tapi tentang ketenangan,” tegas Oktavian Fauzi menggambarkan filosofi barunya dalam berwirausaha.

Membangun Habit dan Nilai di Atas Kecerdasan Semata

Dalam sesi tersebut, Oktavian juga menekankan bahwa keberhasilan finansial lebih banyak ditentukan oleh karakter dan kebiasaan sehari-hari dibandingkan sekadar kecerdasan intelektual. Ia menyarankan para pelaku usaha untuk bersikap disiplin dalam mengalokasikan arus kas ke dalam beberapa pos strategis, mulai dari pemenuhan kebutuhan hidup, investasi pengembangan, hingga pengalihan ke aset produktif.

“Mengelola uang yang baik lebih banyak berhubungan dengan habit sehari-hari,” jelas Oktavian Fauzi.

Lebih lanjut, ia memaparkan konsep will over skill. Baginya, niat yang tulus dan kemauan yang keras merupakan mesin penggerak utama dalam menghadapi tantangan bisnis. Ketika seorang pengusaha mampu membangun nilai (value) yang kuat pada produk atau jasanya, maka keuntungan finansial akan mengikuti secara organik sebagai dampak dari kepercayaan publik.

Dampak Sosial dan Harapan bagi Generasi Emas

Melalui Jabon Group, Oktavian tidak hanya mengejar profitabilitas semata, namun juga menginisiasi program pemberdayaan yang melibatkan puluhan mitra peternak. Langkah ini terbukti memberikan dampak sosial yang nyata bagi ratusan orang yang terlibat dalam ekosistem bisnisnya. Hal ini selaras dengan semangat Munas X LDII yang mendorong kemandirian ekonomi umat yang inklusif.

Sebagai pesan penutup yang sarat motivasi, ia mengajak generasi muda untuk membuang keraguan dan segera memulai langkah nyata dalam dunia usaha. Ketakutan akan kegagalan harus diubah menjadi keberanian untuk mengambil peluang sekecil apa pun yang ada di hadapan mereka.

“Mulai saja dulu dari yang ada di depan mata,” pesan Oktavian Fauzi sebagai dorongan bagi para generus untuk berani mengambil risiko.

Talkshow ini menjadi titik simpul yang mempertegas misi GenFest dalam membekali pemuda dengan wawasan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada kemakmuran duniawi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keberkahan dan keberlanjutan jangka panjang.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama