Mempererat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers
Membangun kolaborasi lintas sektor demi menjaga kondusivitas wilayah, DPD LDII Kabupaten Kebumen menggelar agenda media gathering bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat di Rumah Makan Sambal Juara, Jalan Tentara Pelajar, Kawedusan ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian LDII serta sejumlah awak media lokal yang bertugas di wilayah berslogan 'Kebumen Semarak' tersebut.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi formal sekaligus forum komunikasi dua arah antara organisasi kemasyarakatan berbasis dakwah dengan para pilar demokrasi. Dalam diskusi terbuka tersebut, pembahasan mengerucut pada krusialnya peran media dalam mendistribusikan informasi publik yang akurat, edukatif, serta kemampuan pers dalam menjaga stabilitas sosial melalui narasi yang menyejukkan di tengah masyarakat.
“Media memiliki posisi dan peran yang sangat strategis dalam membangun opini publik sekaligus menjaga keseimbangan arus informasi. Bagi kami, media adalah mitra penting dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan agar masyarakat tetap rukun dan harmonis. Kami berkomitmen agar hubungan baik ini terus terjaga dan berkembang lebih produktif ke depannya,” ujar Ketua DPD LDII Kebumen, Gunardi.
Momentum pertemuan ini juga dimanfaatkan Gunardi untuk menyampaikan apresiasi mendalam dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Ia berharap insan pers di Kebumen terus memegang teguh integritas jurnalistik dalam mengawal pembangunan daerah.
Persiapan Menuju Ramadan 1447 H dan Ekspansi Organisasi
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, LDII Kebumen mengajak seluruh warga dan umat Islam secara umum untuk melakukan persiapan matang, baik secara fisik maupun spiritual. Gunardi menekankan pentingnya peningkatan kualitas ibadah serta penguatan hubungan sosial antarwarga guna menciptakan atmosfer Ramadan yang khusyuk.
Organisasi telah menetapkan lima target utama ibadah (5 Sukses Ramadan) sebagai panduan bagi para jamaah, yang meliputi:
- Sukses pelaksanaan ibadah puasa secara sempurna.
- Sukses dalam mendirikan salat tarawih.
- Sukses dalam upaya khatam Al-Quran.
- Sukses penunaian zakat fitrah dan sedekah.
- Sukses meraih keutamaan malam Lailatul Qadar melalui iktikaf.
“Momentum Ramadan tahun ini kami arahkan sepenuhnya untuk membangun disiplin ibadah secara kolektif, sekaligus mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Kami juga terus mengingatkan warga agar tetap menjaga ketertiban umum selama menjalankan bulan suci,” tambah Gunardi.
Lebih jauh lagi, Gunardi memaparkan perkembangan organisasi LDII di Kebumen yang kini telah menjangkau hampir seluruh pelosok daerah. Dari total 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen, LDII telah memiliki kepengurusan di 21 wilayah. Saat ini, proses pembentukan struktur organisasi di lima kecamatan tersisa—yakni Kutowinangun, Pejagoan, Karangsambung, Sadang, dan Padureso—sedang berjalan secara intensif. Dengan pembinaan terhadap sekitar 70 masjid, LDII optimistis peran dakwah mereka akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Pembangunan Karakter Luhur dan Dukungan Gizi Nasional
Visi LDII dalam mencetak generasi emas tidak hanya berfokus pada kedalaman ilmu agama, tetapi juga pada integritas moral dan wawasan kebangsaan. Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kebumen, Sayed Raden Gus Septadi, menjelaskan bahwa pembinaan karakter menjadi tulang punggung program organisasi.
“Pembinaan karakter menjadi prioritas utama kami. Melalui internalisasi 29 karakter luhur, termasuk sifat jujur, amanah, dan kerja keras, kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan cinta tanah air yang kuat,” tegas Gus Septadi.
Selain fokus pada pembangunan sumber daya manusia, LDII Kebumen secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap kebijakan strategis pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis. Gus Septadi menilai inisiatif tersebut selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesehatan dalam ajaran Islam.
“Program ini memiliki napas yang sama dengan prinsip berbagi dalam Islam, seperti yang kita lihat pada praktik akikah dan ibadah kurban. Selain menjamin asupan gizi masyarakat, program ini secara otomatis akan menggerakkan roda ekonomi lokal, terutama di sektor peternakan dan pertanian yang menjadi penyedia bahan pangan,” pungkas Gus Septadi.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.