Sinergi Strategis, LDII dan Muhammadiyah Tarik Sidoarjo Berkolaborasi Perkuat Karakter Generasi Muda

Sinergi Strategis, LDII dan Muhammadiyah Tarik Sidoarjo Berkolaborasi Perkuat Karakter Generasi Muda

Mempererat Ukhuwah Melalui Silaturahmi Lintas Organisasi

Sidoarjo – Langkah konkret untuk membentengi moralitas generasi muda terus digalakkan oleh berbagai elemen organisasi kemasyarakatan di tingkat akar rumput. Pada Jumat (4/4), jajaran Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Tarik menggelar kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua PC Muhammadiyah Tarik. Pertemuan hangat tersebut tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, melainkan bertransformasi menjadi ruang diskusi mendalam mengenai masa depan kaderisasi dan pembinaan karakter remaja di wilayah tersebut.

Suasana keakraban menyelimuti pertemuan ini, terlebih saat Galih, selaku Ketua PC Muhammadiyah Tarik, menyambut rombongan LDII dengan tangan terbuka. Ada memori kolektif yang kuat di sana; Galih mengenang kembali masa-masa indahnya saat masih aktif berjuang bersama Ketua LDII Tarik dalam organisasi kepemudaan di wilayah Tarik beberapa tahun silam. Ikatan historis ini menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun kolaborasi antar-ormas Islam ke depannya.

Urgensi Kaderisasi: Menyiapkan Penerus Bangsa

Dalam perbincangan yang berlangsung gayeng tersebut, Galih memberikan penekanan khusus pada aspek keberlanjutan sebuah organisasi. Baginya, indikator keberhasilan sebuah lembaga dakwah atau organisasi sosial tidak hanya diukur dari program kerja saat ini, melainkan dari sejauh mana mereka mampu mencetak generasi pengganti yang kompeten.

“Organisasi bisa dinilai gagal jika tidak mampu menyiapkan kader penerus,” tegas Galih, Ketua PC Muhammadiyah Tarik.

Pernyataan tersebut diamini sepenuhnya oleh jajaran pengurus LDII Tarik yang hadir. Mereka sepakat bahwa pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar. Proses internalisasi nilai-nilai luhur harus dimulai sejak usia dini dan dipantau secara berkesinambungan hingga mereka menginjak usia dewasa.

Metode Pembinaan Adaptif di Era Disrupsi

Dinamika zaman yang berubah cepat menuntut pendekatan pembinaan yang lebih segar dan relevan. Ketua LDII Tarik menggarisbawahi bahwa strategi dakwah dan pembinaan karakter yang efektif satu dekade lalu, belum tentu membuahkan hasil yang sama jika diterapkan secara kaku pada generasi saat ini. Fleksibilitas dan pemahaman terhadap tren teknologi menjadi kunci utama.

“Pembinaan sekarang harus menyesuaikan perkembangan zaman, tidak bisa disamakan dengan kondisi 10 tahun lalu,” ujar Ketua LDII Tarik.

Lebih lanjut, ia memberikan sebuah metafora menarik mengenai seni mendidik anak muda di tengah gempuran informasi digital. Ia mengibaratkan pembinaan tersebut layaknya menerbangkan layang-layang di tengah embusan angin yang tak menentu.

“Pembinaan itu seperti layang-layang, yang sesekali perlu ditarik, namun juga diulur dengan tetap dalam pengawasan. Dengan begitu, generasi muda tetap punya ruang berkembang tanpa merasa terpaksa,” tambah Ketua LDII Tarik.

Pendekatan yang humanis dan penuh empati ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi para pemuda untuk mengeksplorasi potensi diri mereka, namun tetap berada dalam koridor norma agama dan sosial yang kuat. Sinergi antara LDII dan Muhammadiyah di tingkat kecamatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan kolaborasi yang lebih luas demi mewujudkan generasi emas Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama