Sinergi Ormas Islam: MUI Petarukan Kukuhkan Kepengurusan Baru 2026-2031, Tokoh LDII Isi Posisi Strategis

Sinergi Ormas Islam: MUI Petarukan Kukuhkan Kepengurusan Baru 2026-2031, Tokoh LDII Isi Posisi Strategis

Musyawarah Kecamatan V MUI Petarukan: Momentum Penguatan Ukhuwah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, sukses menyelenggarakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) V pada Rabu (22/4). Bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Petarukan, agenda besar ini membidani lahirnya struktur kepengurusan baru untuk Masa Khidmat 2026-2031. Pertemuan ini tidak sekadar seremoni pergantian pengurus, melainkan menjadi simbol kuatnya rajutan ukhuwah antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di wilayah tersebut.

Kehadiran berbagai elemen penting dalam tim formatur menunjukkan komitmen inklusivitas yang nyata. Proses penyusunan personalia pengurus melibatkan representasi dari ormas-ormas besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Keterlibatan aktif ini memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan aspirasi kolektif umat Islam di Petarukan demi menjaga kondusivitas dan semangat moderasi beragama.

Berikut adalah titik lokasi terkait koordinasi umat di wilayah setempat:

Komposisi Strategis dan Kontribusi Tokoh LDII

Berdasarkan konsensus dalam Muscam V, sejumlah tokoh dari LDII Kecamatan Petarukan dipercaya mengemban amanah pada posisi-posisi krusial di jajaran kepengurusan harian. Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa perspektif baru yang konstruktif dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

  • Ustadz Achmad Suyanto ditetapkan sebagai Wakil Ketua.
  • H. Sulton Abdulloh mengemban tugas sebagai Sekretaris.
  • Muhammad Yatim dipercaya menjabat sebagai Bendahara.
  • H. Mulani Ratim didaulat menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan.

Ketua MUI Kecamatan Petarukan terpilih, dalam sambutannya, memberikan apresiasi mendalam atas suasana demokratis dan kekeluargaan yang mewarnai jalannya musyawarah. Ia menekankan bahwa integritas adalah kunci utama dalam menjalankan amanah umat yang begitu besar.

"Kami berharap kepengurusan yang baru ini dapat menjalankan amanah dengan baik sampai akhir masa khidmat. Terbentuknya pengurus yang inklusif dari berbagai unsur ormas Islam ini adalah wujud nyata kebersamaan dan komitmen kita semua dalam menjalin ukhuwah Islamiyah di Kecamatan Petarukan," ujar Ketua MUI Kecamatan Petarukan.

Membangun Kemaslahatan Masyarakat Petarukan

Respon positif juga datang dari Muhammad Yatim, yang selain terpilih sebagai Bendahara MUI, juga menjabat sebagai Ketua PC LDII Kecamatan Petarukan. Menurutnya, sinergi lintas ormas di bawah payung MUI merupakan langkah strategis yang harus terus dirawat. Ia memandang struktur kepengurusan yang baru ini sebagai jembatan untuk memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi kemajuan sosial dan keagamaan di masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi terbentuknya kepengurusan MUI Petarukan masa khidmat 2026-2031 ini. Dengan masuknya perwakilan LDII di jajaran pengurus harian, kami berharap dapat memberikan sumbangsih pemikiran maupun tenaga yang positif demi kemajuan MUI dan kemaslahatan masyarakat di wilayah Petarukan," pungkas Muhammad Yatim.

Suasana khidmat menyelimuti penutupan acara yang diakhiri dengan doa bersama. Dengan komposisi pengurus yang berasal dari latar belakang organisasi yang beragam, MUI Petarukan siap melangkah sebagai pengayom umat yang solid, membawa visi besar untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman selama periode 2026-2031.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama