Langkah Preventif LDII Indramayu Menyikapi Fenomena Sosial Remaja
Indramayu (18/4) - Guna membentengi moralitas pemuda di tengah meningkatnya tantangan sosial, Generasi Muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Indramayu mengambil langkah konkret dengan menggelar pengajian bertajuk “Talk Show Bareng TNI”. Kegiatan yang dihelat di Masjid Baitul Izzah pada Minggu (5/4) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak destruktif kenakalan remaja terhadap masa depan bangsa.
Mengangkat tema sentral “Remaja Salah Jalan, Masa Depan Jadi Taruhan”, acara ini berhasil menarik perhatian ratusan pemuda-pemudi LDII dari berbagai wilayah di Indramayu. Kehadiran unsur TNI sebagai narasumber menjadi bukti adanya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penguatan karakter bangsa sejak dini.
TNI Soroti Ancaman Tawuran dan Pergaulan Bebas
Dalam sesi utama, perwakilan dari Danramil Kandanghaur, Sertu Casdik dan Serda Puji Setiyanto, memaparkan realitas pahit mengenai maraknya aksi kriminalitas jalanan yang melibatkan anak di bawah umur. Sertu Casdik secara khusus memberikan peringatan keras terkait fenomena tawuran antar kelompok yang kerap berujung pada konsekuensi hukum serius.
“Sekarang marak terjadi kumpulan anak muda yang tawuran. Saya berharap Generasi Muda LDII jangan sampai terlibat dalam hal tersebut. Jika melihat kejadian seperti itu, segera laporkan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Sertu Casdik dengan tegas di hadapan peserta.
Meski memberikan peringatan, pihak TNI juga memberikan apresiasi terhadap pola pembinaan yang diterapkan oleh LDII. Menurutnya, basis keagamaan yang kuat menjadi modal utama dalam menciptakan stabilitas lingkungan yang kondusif.
“Saya melihat generasi muda LDII adalah generasi yang agamis. Harapannya, bisa menjadi contoh dan teladan bagi generasi muda lainnya,” tambah Sertu Casdik.
Pentingnya Kefahaman Agama sebagai Fondasi Karakter
Menyambung paparan dari sisi keamanan, Ketua PC LDII Kandanghaur, Johadi Sastro, menekankan bahwa benteng pertahanan paling kokoh bagi seorang remaja bukanlah pengawasan eksternal semata, melainkan pemahaman spiritual yang terinternalisasi dalam diri.
“Hal yang paling penting dalam menangani problem kenakalan remaja adalah kefahaman agama. Dengan bekal agama yang kuat, generasi muda akan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan,” jelas Johadi Sastro.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah lainnya, termasuk Wakil Ketua DPD LDII Indramayu Edi Susanto dan Ketua Pondok Pesantren Baitul Izzah, Taufik Nur Amin. Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen organisasi dalam mengawal transisi generasi muda menuju kedewasaan yang produktif.
Menyeimbangkan Pendidikan Karakter dan Akademik
Ketua Pondok Pesantren Baitul Izzah, Taufik Nur Amin, dalam pidatonya membedah filosofi pendidikan yang ideal bagi milenial saat ini. Ia berpendapat bahwa kecerdasan intelektual tanpa diiringi kemandirian karakter hanya akan melahirkan sumber daya manusia yang rapuh.
“Masa muda adalah masa yang sangat menentukan masa depan. Pendidikan generasi muda harus berhasil secara menyeluruh, mencakup tiga aspek utama, yaitu pendidikan agama, pendidikan dunia, dan pendidikan karakter. Ketiganya harus berjalan seimbang agar melahirkan generasi yang profesional dan religius,” ungkap Taufik Nur Amin.
Kegiatan inspiratif ini diakhiri dengan harapan besar agar para peserta tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan bangsa, tetapi menjadi aktor utama yang memiliki integritas tinggi. Melalui edukasi berkelanjutan seperti ini, LDII Indramayu optimistis dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang menjadi standar moral di masyarakat.
