Perkuat Sinergi Keamanan, Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

Ronda


Kediri (22/4). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri menunjukkan komitmennya dalam mendukung kondusivitas wilayah dengan menghadiri agenda Ngopi Kamtibmas yang digelar di Halaman Belakang Kantor Kecamatan Kota, pada Senin (20/4). Dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Kediri resmi meluncurkan inovasi Ronda Digital, sebuah sistem keamanan berbasis integrasi ribuan CCTV.


Perwakilan Ponpes Wali Barokah dihadiri oleh Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, didampingi oleh Bidang Humas, Asyhari Eko Prayitno. Kehadiran tokoh pesantren ini mempertegas peran lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban masyarakat.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Karyoto, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowwim, Kapolres Kediri Kota, Anggi Saputra dan Dandim 0809, Dhavid Nur Hadiansyah. 


Dalam arahannya, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Karyoto, menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi dalam menjaga Kamtibmas.


"Patroli sore harus dimaksimalkan untuk menjamin keamanan masyarakat yang pulang beraktivitas," tegasnya. 


Ia menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan hasil kerja bersama (kolaborasi) antara pemerintah, aparat, akademisi, media, dan tokoh masyarakat. 


"Kami berharap Polres Kediri Kota, Pemkot Kediri, dan Kodim 0809 Kediri selalu bersinergi dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas di daerah," ujarnya.


Ia juga menginstruksikan penguatan patroli di jam-jam rawan, seperti waktu pulang kerja, guna menjamin ketertiban mobilitas warga.


"Kehadiran polisi di lapangan adalah kunci untuk menciptakan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan Kamtibmas," tambahnya.


Ia mengajak kolaborasi lintas sektor, termasuk peran media dalam menyebarkan informasi positif guna mencegah keresahan sosial.


"Keamanan merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan pemerintah, aparat, akademisi, masyarakat, hingga media massa," ungkapnya.


Sedangkan, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati — atau yang akrab disapa Mbak Wali — memperkenalkan Ronda Digital sebagai langkah memodernisasi ronda konvensional. Dengan mengintegrasikan 1.580 unit CCTV di 17 kelurahan, sistem ini memungkinkan pemantauan lingkungan secara real-time yang dapat diakses warga dari rumah masing-masing.


“CCTV yang terintegrasi ini memudahkan pemantauan sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.


Lebih lanjut, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, menyatakan apresiasi atas inisiatif Ronda Digital yang mengintegrasikan 1.580 unit CCTV di wilayah Kecamatan Kota tersebut. Menurutnya, langkah ini sangat sejalan dengan upaya pesantren dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi para santri dan warga sekitar.


"Kami mendukung inovasi Ronda Digital ini. Bagi kami di Ponpes Wali Barokah, keamanan bukan hanya soal fisik, tapi juga ketenangan dalam beribadah dan belajar. Integrasi teknologi seperti ini memudahkan kita semua dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas di lingkungan pesantren maupun pemukiman warga," ujarnya.


Ia menambahkan bahwa pihak pesantren siap berkolaborasi dalam kamtibmas lingkungan. "Ponpes Wali Barokah siap bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memastikan narasi positif dan semangat gotong royong tetap terjaga," ujarnya.


"Seperti pesan Bapak Kabaharkam, energi positif anak muda, termasuk para santri, harus diarahkan pada hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa," imbuhnya.

Lebih baru Lebih lama