Pererat Ukhuwah Islamiyah, DPW LDII Jawa Timur Gelar Silaturahim Syawal ke Pondok Pesantren Tebuireng

Pererat Ukhuwah Islamiyah, DPW LDII Jawa Timur Gelar Silaturahim Syawal ke Pondok Pesantren Tebuireng

Membangun Kebersamaan Umat Melalui Spirit Silaturahim di Jombang

Dalam momentum bulan Syawal yang penuh keberkahan, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan penting ke salah satu pusat pendidikan Islam bersejarah di Indonesia. Kunjungan tersebut ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, yang bertempat di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Pertemuan yang berlangsung pada hari Sabtu (28/3/2026) ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah langkah nyata dalam memperkuat tali ukhuwah Islamiyah. Kehadiran LDII di Tebuireng disambut hangat, mencerminkan harmoni antarelemen umat Islam di Jawa Timur yang terus terjaga dengan baik.

LDII Menimba Ilmu dari Nahdlatul Ulama sebagai Saudara Tua

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa hormatnya terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Beliau menegaskan bahwa hubungan antara kedua organisasi ini merupakan hubungan persaudaraan yang harus terus dipupuk demi kemajuan syiar Islam di tanah air.

“Nahdlatul Ulama adalah saudara tua kami. Sedikit banyak, LDII harus belajar dari saudara tua. Kami juga menyadari bahwa LDII masih memiliki banyak kekurangan dalam kiprahnya. Karena itu, kami berharap dapat terus belajar untuk bersama-sama membawa kemaslahatan umat ke depan,” ujar Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi.

Lebih lanjut, Amrodji menekankan bahwa peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di masa kini memiliki tanggung jawab yang luas. Menurutnya, fokus organisasi tidak boleh terbatas pada pembinaan internal anggota saja, tetapi harus meluas pada kontribusi nyata bagi stabilitas sosial dan persatuan bangsa.

“Komunikasi dan hubungan baik antarelemen umat Islam perlu terus dijaga, terutama pada momen Idulfitri yang selama ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan,” jelas Amrodji Konawi.

Sambutan Hangat Gus Kikin: Merawat Persatuan di Tengah Perubahan Zaman

KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyambut positif inisiatif silaturahim dari pengurus LDII Jatim. Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus tokoh ulama, beliau memandang bahwa dialog terbuka antartokoh agama adalah kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Silaturahim seperti ini penting untuk terus dijaga, karena menjadi bagian dari upaya merawat persaudaraan dan memperkuat kebersamaan di tengah umat,” kata Gus Kikin.

Beliau juga menambahkan bahwa keterbukaan komunikasi antarlembaga keagamaan akan menjadi modal sosial yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia. Dengan adanya sinergi, berbagai potensi perpecahan dapat diredam, dan umat dapat diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang produktif dan menyejukkan.

“Hubungan yang baik antarlembaga keagamaan perlu terus dirawat agar umat Islam dapat menghadapi berbagai tantangan sosial secara bersama,” ujar Gus Kikin menekankan pentingnya kolaborasi.

Sinergi Ulama dan Ormas Islam untuk Masa Depan Bangsa

Pertemuan di Tebuireng ini memberikan sinyal positif bagi kehidupan beragama di Jawa Timur. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, peran ulama, pesantren, dan organisasi Islam tetap menjadi pilar utama dalam menjaga moralitas dan arah kehidupan keagamaan masyarakat.

Silaturahim Syawal ini diharapkan menjadi katalisator bagi kerjasama-kerjasama berikutnya, di mana setiap elemen umat Islam dapat saling bahu-membahu dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat luas. Dengan semangat keterbukaan dan saling menghargai, LDII Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjalin hubungan baik dengan seluruh tokoh agama dan lembaga pesantren demi mewujudkan tatanan masyarakat yang rukun, kompak, dan bersatu dalam bingkai NKRI.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama