Pererat Toleransi, Ketua LDII Jateng Tutup Rangkaian Buka Bersama FKSP di Kampung Pancasila

Pererat Toleransi, Ketua LDII Jateng Tutup Rangkaian Buka Bersama FKSP di Kampung Pancasila

Sinergi Keagamaan dan Kebangsaan di Jantung Kota Semarang

Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, secara resmi menutup rangkaian kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP). Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Kampung Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (17/3/2026). Kehadiran para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar mempertegas pesan persatuan di tengah keberagaman.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata kolaborasi antara elemen dakwah dan nilai-nilai luhur bangsa. Panitia telah merancang rangkaian acara yang menyentuh berbagai aspek sosial sejak sore hari. Antusiasme warga terlihat jelas saat pembagian takjil gratis dilakukan di jalanan sekitar lokasi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi berbuka puasa bersama untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Aksi Nyata Melalui Santunan dan Bantuan Sosial

Selain aspek spiritual, kegiatan ini juga menitikberatkan pada kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyalurkan 75 paket sembako kepada keluarga yang membutuhkan serta memberikan santunan berupa Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak yatim. Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kegembiraan menjelang hari raya.

Acara semakin bermakna dengan adanya sesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, Gus Zen. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, masyarakat diajak untuk mendoakan keselamatan bangsa dan keharmonisan hidup bertetangga. Keterlibatan aktif masyarakat sekitar menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah membumi dalam keseharian warga di Kampung Pancasila.

Pesan Rahmatan Lil ‘Alamin dari Ketua LDII Jateng

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya menyelaraskan ajaran agama dengan semangat kebangsaan. Sebagai seorang pakar sejarah, ia menekankan bahwa Islam dan Pancasila bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam konteks kehidupan bernegara di Indonesia.

“Islam harus menjadi rahmatan lil ‘alamin dengan menonjolkan akhlakul karimah. Tugas kita di dunia adalah beribadah dalam arti luas, tidak hanya secara vertikal kepada Allah, tetapi juga dalam hubungan sosial atau muamalah,” ujar Singgih Tri Sulistiyono.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan umat Islam harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Implementasi nilai-nilai ideologi negara dalam tindakan konkret sehari-hari merupakan salah satu bentuk ibadah sosial yang sangat mulia.

“Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan nyata,” tegas Singgih yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Sejarah tersebut.

Program 'Ngaji Pancasila' Sebagai Perekat Umat

Ketua Umum FKSP, Robani Albar, mengungkapkan bahwa kegiatan bertajuk “Ngaji Pancasila” ini bukanlah agenda musiman. Program ini telah berjalan secara konsisten setiap pekan sejak tahun 2019 dan selalu terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Kami mengampanyekan semangat ‘Cinta Agama, Cinta Negara’. Ini adalah upaya kolektif untuk mempererat toleransi dan menjadikan Pancasila sebagai perekat pemersatu umat,” ujar Robani Albar menjelaskan visi besar dari forum tersebut.

Robani juga memerinci bahwa gerakan FKSP bertumpu pada empat pilar utama yang menyentuh hajat hidup orang banyak, yaitu aspek lingkungan, kemasyarakatan, sosial budaya, dan penguatan ekonomi. Melalui keempat pilar ini, FKSP bersama LDII dan elemen masyarakat lainnya berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta membangun karakter masyarakat yang religius namun tetap nasionalis. Dengan ditutupnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan yang terjalin di Kampung Pancasila dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama