Pastikan Stok Aman Jelang Idul Fitri, Menko Pangan Zulkifli Hasan Salurkan Bantuan di Ponpes LDII Pemalang

Pastikan Stok Aman Jelang Idul Fitri, Menko Pangan Zulkifli Hasan Salurkan Bantuan di Ponpes LDII Pemalang

Pantau Harga dan Stok Pangan Jelang Idul Fitri

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja strategis ke Pondok Pesantren (Ponpes) KH Zaenal Asyikin di Desa Banglarangan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kunjungan yang berlangsung pada Senin (2/3/2026) ini dilakukan dalam upaya pemerintah memastikan stabilitas pasokan serta harga bahan pangan tetap terjaga sepanjang bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri 1447 H.

Kedatangan Menko Pangan disambut hangat oleh jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Pemalang bersama pimpinan pondok pesantren. Agenda utama kunjungan ini adalah berdialog langsung dengan warga dan para santri guna menyerap aspirasi mengenai fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap merangkak naik menjelang lebaran. Pemerintah menilai, komunikasi dua arah dengan institusi pendidikan berbasis agama sangat krusial untuk memvalidasi kondisi riil di lapangan.

“Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa terbebani urusan ketersediaan pangan. Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah konkret agar pasokan di pasar tetap aman dan harga bisa kita kendalikan bersama,” ujar Zulkifli Hasan.

Peran Strategis Pesantren dalam Solidaritas Sosial

Tidak sekadar memantau harga, Zulkifli Hasan juga menyalurkan bantuan bahan pokok secara simbolis kepada masyarakat yang tinggal di sekitar area pesantren. Langkah ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk mendukung kelompok rentan agar kebutuhan gizi dan pangan mereka tidak terganggu selama bulan suci. Pemilihan pondok pesantren sebagai titik distribusi bukan tanpa alasan; lembaga ini dianggap memiliki basis massa yang terorganisir dengan baik.

Dalam sambutannya, Menko Pangan menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran ganda yang sangat vital di Indonesia. Selain sebagai pusat transmisi ilmu agama, pesantren juga bertindak sebagai jangkar stabilitas sosial di tingkat lokal. Dengan jaringan yang mengakar kuat, pesantren dapat membantu pemerintah menjadi penyambung informasi sekaligus penggerak solidaritas antarwarga.

“Pesantren punya jaringan kuat di tengah masyarakat. Ini membantu pemerintah memastikan program berjalan tepat sasaran, termasuk dalam hal penyaluran bantuan pangan yang sedang kita laksanakan ini,” tegas Zulkifli Hasan.

Sinergi LDII dan Pemerintah untuk Kesejahteraan Umat

Merespons kunjungan tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, Agus Sarwono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah. Menurutnya, kehadiran langsung pejabat setingkat menteri ke lingkungan pesantren memberikan suntikan moral yang besar bagi warga, karena menunjukkan adanya keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat kecil di daerah.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat seperti ini memberi dampak langsung. Warga merasa diperhatikan secara nyata, terutama saat kebutuhan hidup mulai meningkat di bulan Ramadan ini,” ungkap Agus Sarwono.

Selama ini, Ponpes KH Zaenal Asyikin memang dikenal aktif menjalankan berbagai inisiatif sosial yang melampaui kurikulum pendidikan agama standar. Program-program seperti pembagian sembako rutin, edukasi kemandirian ekonomi bagi santri, hingga pemberdayaan pemuda lokal menjadi fokus utama lembaga di bawah naungan LDII ini. Kolaborasi dengan pemerintah pusat diharapkan dapat memperluas cakupan manfaat dari program-program tersebut.

“Kami ingin pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan agama secara tekstual, tapi juga mampu memberikan kontribusi konkret bagi lingkungan sekitar, terutama dalam hal ketahanan pangan dan ekonomi,” pungkas Agus Sarwono.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama