Panduan Kesehatan Jamaah Haji 1447H/2026
Persiapan kesehatan yang baik adalah kunci kelancaran ibadah haji Anda. Panduan ini disusun untuk membantu jamaah haji mempersiapkan diri secara optimal dari segi kesehatan.
Mulai MembacaTahapan Pemeriksaan dan Layanan Kesehatan
Jamaah Haji 1447H/2026
Pemeriksaan Kesehatan di Kabupaten/Kota
- Puskesmas dan rumah sakit melakukan pemanggilan pada jemaah haji estimasi kuota 1447 H/2026 M
- Pemeriksaan penunjang dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk oleh dinas kesehatan kabupaten/kota
- Tujuan pemeriksaan kesehatan adalah untuk mengetahui dan memastikan bahwa jamaah haji benar – benar mampu (istitho'ah) secara kesehatan
- Melakukan koreksi (perbaikan) jika ada hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan adanya penyakit tertentu
Pemeriksaan Kelaikan Terbang di Embarkasi
- Mengikuti proses pemeriksaan kesehatan di Embarkasi (tekanan darah, suhu, dll)
- Menyiapkan di dalam tas paspor/koper kecil obat-obatan yang rutin dikonsumsi selama perjalanan sampai di Arab Saudi
- Menyiapkan KKJH (Kartu Kesehatan Jamaah Haji) dan ICV (International Certificate of Vaccination) yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
- Pelayanan kesehatan (Poliklinik) & rujukan (Rumah Sakit)
Perjalanan Pesawat Terbang
- Melakukan aktivitas fisik berupa peregangan otot setiap 4 jam (2 sampai 3 kali selama penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi)
- Mengkonsumsi makanan–minuman yang disediakan di kabin pesawat
- Memanfaatkan waktu sebaik–baiknya untuk istirahat, berdzikir & berdo'a
Tips Kesehatan Selama Ibadah Haji
Tips Kesehatan di Makkah & Madinah
- Jamaah haji agar senantiasa mengikuti dan melaksanakan Panduan Kesehatan dari Tim Promkes (Promosi Kesehatan dari Pemerintah) maupun Tenaga Kesehatan Haji Kloter (Dokter dan Perawat)
- Khusus bagi jamaah haji lansia yang tidak terbiasa mengoperasikan HP android/IOS (Smartphone) sangat dianjurkan jika meninggalkan hotel agar senantiasa ada yang mendampingi agar tidak tersesat
- Jamaah Haji dihimbau agar senantiasa menjaga kesehatan, memakai alas kaki (sandal atau sepatu) saat akan ke Masjid Nabawi dan kembali ke Hotel maupun untuk keperluan lainnya
- Makan bergizi seimbang, minum cukup air (1 gelas/jam), istirahat, cukup berkualitas (minimal 6 jam/hari) dan senantiasa husnudhon billah
Tips Kesehatan saat Armuzna
- Jamaah haji agar senantiasa mengikuti dan melaksanakan Panduan Kesehatan
- Khusus bagi jamaah haji lansia yang tidak terbiasa mengoperasikan HP android/IOS (Smartphone) sangat dianjurkan jika meninggalkan tenda agar senantiasa ada yang mendampingi agar tidak tersesat
- Saat keluar dari tenda Jamaah Haji dihimbau agar senantiasa memakai payung, kacamata hitam, membawa dan memakai semprotan air untuk mencegah heat stroke (sengatan panas)
- Makan bergizi seimbang, minum cukup air, saat perjalanan lempar jumroh di Mina dapat membawa botol air/tumbler, istirahat cukup berkualitas dan senantiasa husnudhon billah
Persiapan Kesehatan Haji
Edukasi & Penyuluhan Kesehatan
- Edukasi/penyuluhan kesehatan kepada jamaah calon haji di Daerah/Kabupaten/Kota saat Pembekalan Manasik, melibatkan FKKI/Satgas dan Tenaga Kesehatan Daerah
- Menghimbau kepada seluruh jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan fisik dan mental serta memeriksakan kesehatan secara mandiri
- Jamaah Calon Haji berikhtiar untuk memperbaiki dan mengurangi faktor risiko penyakit untuk kelancaran ibadahnya
Obat-obatan & Vaksinasi
- Membawa Obat-obatan pribadi (terutama obat batuk, vitamin, dll)
- Mendapatkan Vaksinasi (meningitis, polio & influenza)
Kondisi Kesehatan Khusus
- Jamaah dengan kondisi kesehatan khusus seperti kepikunan, tuberculosis/TB Paru, dan cuci darah perlu persiapan ekstra dan koordinasi dengan tim kesehatan
- Activity of Daily Living (ADL) perlu dipertimbangkan untuk jamaah dengan keterbatasan fisik