Panduan Aman Tarik Tunai di ATM Arab Saudi untuk Jemaah Haji dan Umrah

Panduan Aman Tarik Tunai di ATM Arab Saudi untuk Jemaah Haji dan Umrah

Jemaah haji dan umrah asal Indonesia kini tidak perlu lagi merasa was-was terkait ketersediaan uang tunai selama berada di Tanah Suci. Mengingat risiko kehilangan yang cukup tinggi di tengah kerumunan massa, membawa uang saku dalam jumlah besar di dalam tas atau sabuk haji sangat tidak disarankan. Sebagai solusinya, memanfaatkan jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lokal di Arab Saudi menjadi langkah paling cerdas, aman, dan efisien untuk memenuhi kebutuhan harian seperti konsumsi tambahan atau membeli oleh-oleh.

Keamanan Transaksi di Tanah Suci

Banyak jemaah yang masih ragu dan bertanya-tanya apakah kartu debit bank dari Indonesia bisa digunakan di Arab Saudi. Menanggapi kekhawatiran ini, pihak berwenang seringkali menekankan kemudahan akses perbankan internasional di sana.

"Bagi Anda yang bertanya-tanya apakah bisa tarik tunai di Arab Saudi saat haji maupun umrah. Jawabannya, bisa. Jadi para jemaah haji diimbau tidak membawa uang saku cash terlalu banyak, karena rawan terjadi kehilangan,"
tulis keterangan resmi dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Keberadaan mesin ATM di Arab Saudi sangat masif, terutama di kota-kota besar seperti Makkah dan Madinah. Jemaah bisa dengan mudah menemukannya di lobi hotel, pusat perbelanjaan seperti Bin Dawood, hingga area komersial di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bank-bank besar seperti Al Rajhi Bank, Saudi National Bank (SNB), hingga Riyad Bank memiliki jaringan mesin yang sangat reliabel bagi kartu internasional.

Tahapan Tarik Tunai di ATM Arab Saudi

Melakukan transaksi di luar negeri mungkin terasa mengintimidasi bagi sebagian orang, namun proses di mesin ATM Saudi sebenarnya sangat sederhana dan serupa dengan di Indonesia. Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:

1. Pastikan Logo Kartu Sesuai

Sebelum memasukkan kartu, periksa apakah kartu debit Anda memiliki logo Visa atau Mastercard. Ini adalah syarat mutlak agar kartu bisa terbaca oleh sistem perbankan global. Masukkan kartu ke slot yang tersedia dengan posisi chip menghadap ke atas. Pastikan tidak ada benda asing di mulut mesin sebagai bagian dari kewaspadaan terhadap skimming.

2. Navigasi Bahasa

Mesin ATM di Arab Saudi secara default akan menggunakan bahasa Arab. Namun, jangan panik. Hampir semua mesin menyediakan opsi English. Disarankan untuk memilih bahasa Inggris agar Anda bisa memahami setiap instruksi dengan tepat dan menghindari kesalahan pencet yang berakibat pada tertelannya kartu.

3. Input PIN dengan Aman

Sama seperti di tanah air, masukkan 6 digit nomor PIN Anda. Satu hal yang krusial: selalu tutupi keypad dengan tangan Anda saat mengetik angka.

"Pastikan untuk menutupi keypad saat mengetik PIN guna menjaga keamanan dari pihak yang tidak bertanggung jawab,"
saran pihak perbankan guna menghindari risiko pencurian data secara visual.

4. Memilih Menu Penarikan

Setelah PIN diterima, layar akan menampilkan beberapa opsi. Carilah menu bertuliskan “Withdrawal” atau “Cash Withdrawal”. Selanjutnya, Anda akan diminta memilih jenis rekening. Untuk kartu debit pada umumnya, pilihlah opsi “Savings Account” atau rekening tabungan.

5. Penentuan Nominal Riyal

Layar akan menunjukkan pilihan nominal standar seperti 100 atau 500 Riyal Saudi (SAR). Jika Anda membutuhkan jumlah yang lebih spesifik, misalnya 50 SAR, carilah opsi “Other Amount”. Perlu diingat bahwa kurs yang berlaku adalah kurs real-time dari bank penerbit kartu Anda di Indonesia, ditambah kemungkinan adanya biaya administrasi penarikan luar negeri.

Hal Penting Setelah Uang Keluar

Ketika proses penghitungan uang selesai, jangan terburu-buru meninggalkan lokasi. Tarik uang Anda dari celah mesin, kemudian pastikan kartu ATM sudah keluar dan Anda simpan kembali di tempat yang aman. Banyak kasus jemaah kehilangan kartu karena lupa mengambilnya setelah uang cair.

"Ambil kembali kartu ATM (jangan sampai tertinggal),"
menjadi pengingat sederhana namun sangat vital bagi jemaah yang mungkin sedang lelah atau terburu-buru.

Terakhir, jangan ragu untuk menyimpan struk transaksi sebagai bukti sah jika terjadi selisih saldo di kemudian hari. Hindari menerima bantuan dari orang asing yang menawarkan jasa di depan mesin ATM. Jika mengalami kendala, mintalah bantuan kepada petugas keamanan resmi bank atau petugas haji yang berseragam resmi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama