Munas X LDII: Habib Ubaidillah Tekankan Pentingnya Budi Pekerti Luhur dan Sinergi Global

Munas X LDII: Habib Ubaidillah Tekankan Pentingnya Budi Pekerti Luhur dan Sinergi Global

Perhelatan Akbar Munas X LDII Fokus pada Karakter Bangsa dan Pengabdian Strategis

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Habib Ubaidillah Al Hasany, secara resmi menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang digelar di Grand Ballroom Minhaajurrosyidin, Jakarta Timur, pada Selasa (7/4/2026). Kehadiran tokoh ulama kharismatik ini membawa pesan moral yang mendalam bagi seluruh fungsionaris dan peserta Munas yang datang dari berbagai penjuru nusantara, termasuk representasi pengurus dari wilayah Kalimantan Tengah.

Munas X LDII tahun 2026 ini bukan sekadar agenda rutin organisasi lima tahunan, melainkan sebuah forum strategis nasional yang bertujuan mengevaluasi kinerja serta merumuskan peta jalan (roadmap) organisasi di tengah dinamika global yang kian kompleks. Acara ini secara resmi dibuka dengan sambutan kunci dari Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, yang menekankan pentingnya posisi LDII dalam kontribusi pembangunan nasional.

“Munas X ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja LDII ke depan, termasuk dalam menghadapi berbagai dinamika global yang berdampak pada Indonesia,” ujar KH Chriswanto Santoso.

Memperkuat Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa

Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa LDII terus berkomitmen memperkuat kontribusinya melalui delapan bidang pengabdian, yang meliputi wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi baru terbarukan, serta teknologi digital. Sinergi antara organisasi dengan institusi pendidikan seperti pondok pesantren menjadi pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Habib Ubaidillah Al Hasany, dalam kesempatan tersebut, memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar senantiasa mengedepankan etika dan niat yang tulus dalam menjalankan amanah organisasi. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi dakwah sangat bergantung pada integritas dan akhlak para penggeraknya.

“Tetap jaga ketertiban, semangat, dan kedisiplinan, serta luruskan niat karena Allah,” tutur Habib Ubaidillah saat memberikan arahan kepada para peserta Munas.

Mencetak Generasi Profesional Religius di Era Digital

Lebih lanjut, Habib Ubaidillah menyampaikan harapannya agar melalui momentum Munas ini, kolaborasi antara LDII dan lembaga pendidikan keagamaan semakin solid. Hal ini penting untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kualifikasi 'Profesional Religius'—yakni generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), tetapi juga memiliki dasar keimanan dan ketakwaan (IMTAK) yang kokoh dalam menghadapi era globalisasi.

Sebagai informasi tambahan yang relevan bagi masyarakat di daerah, semangat Munas X ini juga menjadi acuan bagi DPD LDII di berbagai wilayah, termasuk LDII Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Implementasi dari delapan bidang pengabdian tersebut diharapkan dapat diserap dan diterapkan sesuai kearifan lokal guna mendukung kemajuan masyarakat di Bumi Kotawaringin.

Kegiatan Munas X LDII dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 7 hingga 9 April 2026. Forum ini dihadiri oleh ribuan peserta yang terdiri dari utusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat Provinsi dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia, yang bersama-sama berkomitmen untuk membawa LDII menjadi organisasi yang kian kontributif bagi bangsa dan negara.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama