Ternate Menjadi Saksi Partisipasi Aktif Maluku Utara dalam Munas X LDII
TERNATE – Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Dr. Fachrudin Tukuboya, secara resmi mewakili Gubernur Maluku Utara menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti secara daring tersebut berlangsung khidmat di Aula DPW LDII Maluku Utara, Ternate, pada Selasa (7/4/2026). Partisipasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan berbasis agama dalam mengawal pembangunan nasional.
Perhelatan akbar Munas X LDII ini dipusatkan di Ballroom Ponpes Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2026. Dengan mengusung tema strategis "Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Beradab untuk Perdamaian Dunia", forum tertinggi organisasi ini menjadi landasan pacu bagi LDII untuk berkontribusi lebih dalam bagi NKRI.
Evaluasi Kepemimpinan dan Sinkronisasi Program Asta Cita
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Umum DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso, menekankan bahwa Munas X merupakan momentum vital untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2021-2026. Lebih jauh, agenda ini bertujuan melakukan sinkronisasi program kerja organisasi dengan dinamika geopolitik global serta agenda besar pemerintah Indonesia ke depan.
"Tagline 'LDII untuk Bangsa' harus dibuktikan. Kita harus memiliki daya tahan (survive) di tengah ketidakpastian global, baik ketahanan pangan, energi, maupun ekonomi," ujar KH. Chriswanto Santoso.
Beliau menambahkan bahwa LDII secara konsisten terus mengimplementasikan '8 Bidang Pengabdian untuk Bangsa'. Kedelapan poin tersebut dirancang untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dan program Asta Cita pemerintah, yang meliputi:
- Wawasan Kebangsaan: Penguatan nasionalisme dan bela negara.
- Prinsip Keagamaan dan Dakwah: Syiar Islam yang menyejukkan dan inklusif.
- Pendidikan Karakter: Membentuk generasi profesional religius.
- Kesehatan Alami (Herbal): Optimalisasi sumber daya alam untuk kesehatan.
- Ekonomi Syariah: Pemberdayaan ekonomi umat yang berkeadilan.
- Ketahanan Pangan dan Lingkungan: Kemandirian pangan serta pelestarian ekosistem.
- Energi Baru Terbarukan: Transisi menuju energi hijau yang ramah lingkungan.
- Teknologi Digital: Literasi dan pemanfaatan teknologi secara produktif.
Dukungan Pemerintah terhadap Ketahanan Nasional
Menteri Haji dan Umrah (HJU), Dr. Mochammad Irfan Yusuf, yang hadir memberikan arahan, memberikan apresiasi tinggi atas tema yang diusung LDII. Menurutnya, fokus LDII selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, terutama mengenai swasembada pangan dan energi sebagai pilar ketahanan nasional.
Dr. Mochammad Irfan Yusuf juga menyinggung dinamika geopolitik di Timur Tengah yang memberikan tantangan pada operasional ibadah haji. Namun, ia memastikan pemerintah akan memprioritaskan keselamatan jemaah di atas segalanya.
"Apa pun yang terjadi, pertimbangan utama adalah keamanan dan keselamatan jemaah haji. Jika terkait biaya yang berubah akibat dinamika global, Presiden berpesan agar sebisa mungkin tidak dibebankan kepada jemaah," ujar Dr. Mochammad Irfan Yusuf.
Ia juga mengonfirmasi bahwa jadwal pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal, di mana kloter pertama diproyeksikan mulai memasuki asrama haji pada 21 April mendatang.
Sinergitas di Maluku Utara dan Wilayah Sampit
Kehadiran Dr. Fachrudin Tukuboya di Ternate, didampingi oleh Ketua MUI Maluku Utara, perwakilan Forkopimda, serta jajaran pengurus DPW LDII Maluku Utara, menegaskan pengakuan otoritas terhadap peran LDII. Sebagaimana yang terjadi di wilayah lain seperti Kotawaringin Timur (Sampit), LDII terus berupaya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama.
Munas X ini diharapkan melahirkan putusan-putusan strategis yang mampu menjadikan LDII sebagai jembatan efektif antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat. Dengan penguatan dakwah yang santun dan kontribusi nyata di bidang ekonomi serta lingkungan, LDII optimis mampu membawa dampak positif bagi perdamaian dunia dan keutuhan NKRI.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.