Mendes Yandri Susanto Ajak Ormas Perkuat Kemandirian Melalui Desa Binaan dan Program Makan Bergizi Gratis

ldii

Akselerasi Pembangunan Desa: Mendes Yandri Susanto Gandeng Ormas

KABUPATEN SERANG – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, melontarkan seruan proaktif kepada seluruh elemen organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan desa. Strategi yang diusulkan adalah dengan membentuk 'desa binaan' sebagai wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mengikis ketimpangan wilayah.

Langkah ini bukan sekadar seremonial. Mendes Yandri menekankan bahwa keberadaan ormas di akar rumput memiliki posisi tawar yang krusial. Melalui keterlibatan aktif, ormas dapat meningkatkan partisipasi publik, memberdayakan warga lokal, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran layanan sosial dan pengawalan kebijakan di tingkat desa.

“Saya berharap, atas arahan Bapak Presiden, termasuk ormas-ormas yang lain, kita dukung untuk punya desa binaan. Jenderal punya desa binaan, direktur utama punya desa binaan, dirjen punya desa binaan, ormas Islam punya desa binaan, ormas non-Islam juga punya desa binaan. Ya itu tadi, biar membangun desa itu benar-benar jadi kenyataan,” ujar Yandri Susanto saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten di Kabupaten Serang, Sabtu (18/4/2026).

Makan Bergizi Gratis: Hak Anak, Bukan Ladang Bisnis

Selain fokus pada desa binaan, Menteri kelahiran Bengkulu Selatan ini juga menggarisbawahi urgensi penyuksesan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyerukan kepada para petinggi ormas yang hadir untuk bahu-membahu mengawal implementasi program tersebut agar tepat sasaran.

Yandri menegaskan bahwa program pemenuhan gizi ini adalah hak mutlak bagi anak-anak Indonesia demi menjamin kualitas generasi mendatang. Ia memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dengan mengorbankan kualitas nutrisi makanan.

“Saya juga ingin mengajak siapapun kita di sini yang hadir. Mari kita manfaatkan peluang bagus ini, untuk menjalankan program prioritas Presiden Prabowo, dalam hal ini MBG. Kalau ada yang nakal lapor pak,” tegas mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut dengan nada serius.

Menggerakkan Ekonomi Lokal via Bahan Pangan Desa

Visi pembangunan yang diusung Mendes Yandri juga mencakup kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi desa. Ia meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau mitra dapur untuk wajib menyerap bahan baku pangan dari petani dan peternak di desa sekitarnya. Hal ini bertujuan agar perputaran modal tetap berada di lingkup lokal dan merangsang pertumbuhan usaha kecil di pedesaan.

Intervensi kebijakan telah disiapkan di tingkat pusat guna memastikan kepatuhan para mitra pelaksana. Ketegasan ini diambil karena dampak program MBG tidak hanya menyasar aspek kesehatan anak, melainkan juga menjadi mesin penggerak roda ekonomi kerakyatan.

“Jadi mitra dapur yang main-main akan ditindak, karena Bapak Presiden benar-benar serius dengan program MBG ini Bapak Ibu. Termasuk kami di pusat sudah membuat peraturan agar mitra dapur ini wajib mengambil bahan baku dari desa sekitar,” pungkas Yandri Susanto.

Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Mendes Yandri didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (Dirjen PEID) Kemendes PDT, Tabrani. Kehadiran para pejabat teras ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan dimulai dari pinggiran, sesuai dengan semangat membangun Indonesia dari desa.

Lebih baru Lebih lama