Eka Yulianto Bagikan Rahasia Ketangguhan Mental di Panggung GenFest 2026
JAKARTA TIMUR – Mantan atlet pencak silat nasional kebanggaan Indonesia, Eka Yulianto, hadir sebagai pembicara utama dalam perhelatan akbar Generus Festival (GenFest) 2026 yang berlangsung di Jakarta Timur pada Selasa (7/4). Dalam sesi gelar wicara (talk show) yang dipandu oleh moderator Agsha Intan Aulia tersebut, Eka membedah perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku guna menginspirasi generasi muda untuk memiliki karakter tangguh dan religius.
Mengusung tema utama “Mental Juara Seutuhnya: Kuat Mental, Kokoh Iman”, kegiatan ini bertujuan membekali para pemuda dengan perspektif bahwa kesuksesan tidak pernah datang secara instan. Di hadapan ratusan peserta, Eka menekankan bahwa setiap pencapaian besar selalu berakar pada perencanaan yang matang dan kedisiplinan tingkat tinggi.
“Atlet profesional itu punya target. Tujuan latihan harus jelas,” ujar Eka Yulianto menekankan pentingnya visi dalam mengejar cita-cita.
Berawal dari Kegagalan di Lapangan Hijau
Menariknya, Eka mengungkapkan bahwa jalur kesuksesannya di dunia olahraga tidak dimulai dari pencak silat. Pada awalnya, ia menaruh harapan besar untuk menjadi seorang pesepak bola profesional. Namun, realitas berkata lain; ia harus menghadapi serangkaian kegagalan saat mengikuti berbagai proses seleksi, meskipun ia merasa telah memiliki kemampuan teknis yang mumpuni.
“Saya beberapa kali ikut seleksi, tapi gagal. Dari situ saya belajar bahwa jalan setiap orang berbeda,” ungkap Eka Yulianto mengenai fase sulit di awal kariernya.
Pasca lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Eka memutuskan untuk memutar haluan dan mulai menekuni seni bela diri pencak silat dengan bergabung bersama perguruan Persinas ASAD. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam hidupnya.
Titik Balik dan Gemblengan Persinas ASAD
Di bawah bimbingan tangan dingin pelatih Antong Samijo, Eka menjalani rutinitas latihan yang sangat disiplin dan keras. Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil nyata sejak tahun 2007, di mana ia mulai mendominasi berbagai kompetisi.
“Itu menjadi titik balik. Saya merasa ini jalan yang diberikan Allah,” kenang Eka Yulianto saat menceritakan awal mula prestasinya di gelanggang silat.
Kariernya terus meroket secara eksponensial. Dari prestasi di tingkat daerah, ia berhasil menembus level nasional hingga akhirnya dipercaya mewakili Indonesia di kancah internasional. Eka tercatat pernah berlaga di kejuaraan Asia hingga turnamen bergengsi di Belgia.
“Dari situ saya belajar bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil,” tuturnya mengenai pengalamannya bertanding membawa nama bangsa.
Melawan Cedera demi Pembuktian Diri
Perjalanan Eka bukan tanpa hambatan fisik. Ia sempat didera cedera serius tepat menjelang sebuah pertandingan krusial. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, ia memilih untuk tetap maju ke medan laga dengan persiapan mental yang baja.
“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa. Kuncinya mental kuat dan tidak mudah menyerah,” tegas Eka Yulianto mengenai filosofi bertandingnya.
Ia juga berpesan kepada para generasi muda agar tidak takut menghadapi kegagalan. Baginya, kegagalan hanyalah sebuah jeda untuk mencoba kembali dengan strategi yang lebih baik.
“Ketika gagal, coba lagi. Jatuh, bangkit lagi. Kalah, usaha lagi,” pesannya dengan penuh semangat.
Sinergi Usaha, Doa, dan Pengabdian Bangsa
Selain kerja keras secara fisik dan mental, Eka menaruh perhatian besar pada aspek spiritual. Ia meyakini bahwa campur tangan Tuhan adalah faktor penentu utama dalam setiap keberhasilan yang ia raih selama ini.
“Kalau kita sungguh-sungguh meminta kepada Allah, jalannya akan dipermudah,” tambah Eka Yulianto mengenai kekuatan doa dalam perjuangannya.
Saat ini, setelah gantung sabuk dari dunia atlet profesional, Eka Yulianto melanjutkan pengabdiannya kepada negara sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Di samping tugas kedinasannya, ia tetap aktif berkontribusi dalam dunia olahraga dengan membina para atlet muda dan pelatih agar dapat meneruskan tongkat estafet prestasi Indonesia.
Menutup sesi wicara tersebut, Eka mengajak seluruh generasi muda untuk berani melangkah tanpa terlalu banyak keraguan di awal.
“Mulai saja dulu. Soal hasil, itu mengikuti usaha dan doa kita,” pungkas Eka Yulianto menutup pesannya bagi para peserta GenFest 2026.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.