Ketua Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Pesantren sebagai Pusat Layanan Publik Kota Kediri

Ketua Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Pesantren sebagai Pusat Layanan Publik Kota Kediri

KEDIRI – Menjelang penghujung April, Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri mempertegas perannya bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan juga sebagai motor penggerak transformasi layanan publik. Hal ini mengemuka saat Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Pemerintah Kota Kediri yang menjadikan pesantren sebagai pusat integrasi layanan masyarakat melalui Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Rabu (29/4/2026).

Langkah progresif ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam kunjungan kerjanya memperingati Hari Posyandu Nasional di Posyandu Seruni, Kelurahan Burengan. Sinergi ini menandai babak baru bagi institusi pesantren di Jawa Timur dalam mengadopsi layanan publik yang modern dan terstruktur.

Sinergi Pendidikan Agama dan Pengabdian Masyarakat

KH. Sunarto menegaskan bahwa eksistensi Posyandu Seruni di lingkungan pondok adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai religiusitas berjalan selaras dengan tanggung jawab sosial. Ia melihat kerja sama ini sebagai amanah besar untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar secara inklusif.

"Tentu kita sambut dengan rasa syukur, hormat, dan terima kasih atas kerja sama yang selama ini terjalin. Keberadaan Posyandu Seruni ini sangat memberikan manfaat bagi banyak pihak," ujar KH. Sunarto.

Tak hanya menjadi fasilitas fisik, nyawa dari pelayanan ini terletak pada dedikasi para santri dan penghuni pondok. Mayoritas kader yang bertugas di Posyandu Seruni merupakan santri yang mendedikasikan waktu mereka secara sukarela. Keterlibatan aktif generasi muda ini menjadi poin krusial dalam membentuk karakter profesional religius yang peduli pada kemanusiaan.

"Alhamdulillah, meskipun pondok memiliki keterbatasan, kami tetap berupaya memberikan sumbangsih yang berarti, khususnya bagi kesehatan generasi penerus. Manfaatnya sangat besar karena kader-kader kami telah memberikan pengabdian terbaiknya langsung kepada masyarakat," tambah KH. Sunarto.

Mempertahankan Prestasi Nasional dan Tantangan Masa Depan

Capaian Posyandu Seruni memang tergolong prestisius. Sebagai peringkat kedua terbaik di tingkat nasional pada tahun 2025, standar pelayanan di sini telah mendapat sorotan khusus dari pemerintah pusat, termasuk dari jajaran staf Sekretariat Wakil Presiden. Prestasi ini membawa konsekuensi logis berupa tuntutan untuk terus berkembang melampaui sektor kesehatan semata.

KH. Sunarto menyadari bahwa ke depan, tantangan layanan publik akan semakin kompleks. Integrasi Posyandu 6 SPM diharapkan mampu merambah sektor krusial lainnya, mulai dari pendidikan, keamanan, hingga masalah sosial kemasyarakatan. Untuk itu, pembekalan teknis bagi para kader menjadi kebutuhan mendesak yang membutuhkan intervensi berkelanjutan dari pemerintah daerah.

"Ini menjadi tantangan ke depan karena mempertahankan capaian nasional bukanlah pekerjaan mudah. Kami memohon kepada pihak pemerintah, khususnya melalui jajaran OPD terkait, untuk terus memberikan pemahaman dan pembekalan kepada para kader kami agar pelayanan kepada masyarakat semakin luas manfaatnya," pungkas KH. Sunarto.

Kolaborasi Lintas Instansi

Kunjungan dalam rangka evaluasi dan apresiasi ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Kota Kediri, di antaranya Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, seluruh Camat se-Kota Kediri, Lurah Burengan, hingga pengurus Tim Penggerak PKK. Mereka meninjau kesiapan sarana prasarana kesehatan guna memastikan transformasi layanan publik ini berjalan sesuai dengan ekspektasi masyarakat luas.

  • Peninjauan alat kesehatan digital di Posyandu Seruni.
  • Evaluasi teknis layanan 6 Standar Pelayanan Minimal.
  • Penguatan kapasitas kader berbasis lingkungan pesantren.

Sinergi antara entitas religi dan birokrasi ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia, menunjukkan bahwa pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat solusi bagi problematika masyarakat urban di era modern.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama