Jadi Teladan,
Bukan Telatan
Menjadi pimpinan atau pengurus LDII adalah amanah mulia.
Berikut dalil Al-Quran, Hadits shahih, dan 10 tips praktis menjadi pemimpin yang baik menurut Islam.
Menjadi Teladan adalah Panggilan Suci, Bukan Beban
Menjadi pimpinan atau pengurus sebuah organisasi seperti LDII adalah kehormatan besar sekaligus amanah berat. Ia bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab di hadapan Allah SWT untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dakwah dan umat.
Kehormatan itu harus dijaga dengan cara “sakdermo lan ngawaki” — menjalankan amanah organisasi dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, dan ketulusan hati. Bukan setengah-setengah, melainkan all out.
“Harus berani berubah. Dari yang tidak tertib menjadi tertib. Dari yang biasa-biasa saja menjadi disiplin. Dari yang hanya menerima menjadi pemberi contoh kebaikan.”
Bukan karena riya’ (pamer) atau sum’ah (ingin dipuji), melainkan semata-mata karena mempersungguh amanah tersebut semata-mata karena Allah SWT.
Dalil Al-Quran dan Hadits Shahih
Landasan utama menjadi teladan bagi pengurus LDII
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
QS. Al-Ahzab: 21
“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”
→ Rasulullah adalah contoh tertinggi teladan bagi setiap pemimpin.
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
HR. Bukhari no. 7138 & Muslim no. 1829
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”
→ Pengurus LDII adalah “raa’in” (penggembala) yang bertanggung jawab penuh di hadapan Allah.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
QS. An-Nisa: 58
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
→ Amanah organisasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keadilan.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ
HR. Bukhari no. 6138 & Muslim no. 47
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
→ Teladan dalam lisan dan sikap — datang lebih awal, tidak telatan, dan selalu memberi contoh positif.
10 Tips Menjadi Pimpinan yang Baik Menurut Islam
Praktis, langsung bisa diterapkan oleh pengurus LDII
Ikhlas karena Allah
Jalankan tugas tanpa mengharapkan pujian manusia. Niatkan semata-mata ridha Allah SWT.
Datang lebih awal, bukan telatan
Jadilah yang pertama hadir di setiap acara. Tunjukkan kedisiplinan waktu sebagai teladan.
Musyarawah (Syura)
Selalu bermusyawarah dengan tim sebelum mengambil keputusan penting (QS. Asy-Syura: 38).
Adil dan Bijaksana
Berikan hak setiap orang tanpa pandang bulu. Keadilan adalah pondasi kepemimpinan Islam.
Sabar dan Tawakal
Hadapi tantangan dengan sabar dan selalu bertawakal kepada Allah setelah berusaha maksimal.
Memberi Teladan dalam Ibadah
Sholat berjamaah, puasa sunnah, dan akhlak mulia harus terlihat jelas pada diri pengurus.
Menjaga Lisan dan Sikap
Hindari ghibah, fitnah, dan sikap sombong. Jadilah teladan dalam perkataan dan perbuatan.
Membantu dan Melayani
Pemimpin terbaik adalah pelayan umat. Bantu warga LDII dengan tulus tanpa pamrih.
Selalu Meningkatkan Ilmu
Tuntut ilmu agama dan organisasi secara berkesinambungan. Ilmu adalah cahaya kepemimpinan.
Mendoakan Warga dan Tim
Doakan setiap warga LDII agar senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah dakwah.
Contoh Nyata Teladan Pengurus LDII
- 1 Datang lebih awal di setiap acara — bukan telatan.
- 2 Mempersiapkan segala sesuatu sebelum diminta oleh anggota.
- 3 Menjaga sikap dan lisan agar selalu menjadi contoh akhlak mulia.
- 4 Memberi semangat dan motivasi kepada seluruh warga organisasi.
- 5 Melaksanakan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Siapkah Anda Menjadi Teladan?
Mari wujudkan LDII yang lebih disiplin, lebih rapi, dan lebih bermanfaat bagi umat dengan mengamalkan dalil-dalil di atas.
