Jakarta Menjadi Saksi Penguatan Kapasitas Generasi Muda Melalui Seminar Wawancara Strategis
Pakar dan Konsultan Human Resource (HR), Himawan Pramudita, membedah rahasia sukses menghadapi wawancara kerja dan beasiswa dalam rangkaian Festival Generus (GenFest) yang menjadi bagian dari perhelatan Munas X LDII. Seminar yang bertajuk ‘Tips Lolos Wawancara Beasiswa dan Organisasi’ tersebut digelar di Padepokan Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026), dengan tujuan membekali Generasi Z agar memiliki daya saing tinggi di dunia profesional maupun akademis.
Seni Storytelling: Kunci Menghindari Kegagalan Wawancara
Dalam pemaparannya, Himawan menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) saja tidak cukup. Wawancara adalah sebuah seni berbicara tersendiri yang memerlukan strategi khusus. Ia menyoroti fenomena banyaknya individu berprestasi secara akademik yang justru kandas saat memasuki tahap interview karena gagal merepresentasikan nilai diri mereka secara efektif.
Menurut Himawan, salah satu faktor utama kegagalan tersebut adalah minimnya teknik storytelling atau kemampuan bercerita mengenai pengalaman hidup dan pencapaian diri secara mendalam.
“Jawaban yang disampaikan cenderung terlalu umum, tidak terarah, dan hanya berupa daftar kegiatan tanpa makna yang mendalam,” ujar Himawan Pramudita.
Membangun 'Mental Juara' sebagai Pembeda Utama
Lebih lanjut, Himawan menjelaskan bahwa tim rekrutmen atau penguji beasiswa cenderung mencari kandidat yang memiliki karakter kuat atau “mental juara”. Hal ini seringkali menjadi pertimbangan yang jauh lebih berat dibandingkan sekadar nilai teknis di atas kertas.
“Keterampilan teknis masih dapat dilatih, namun mental juara menjadi faktor pembeda yang signifikan,” ujar Himawan Pramudita.
Ia merinci bahwa karakteristik mental juara ini dapat terbaca oleh pewawancara melalui beberapa indikator nyata, di antaranya:
- Cara kandidat menyampaikan pendapat dan argumen.
- Penggunaan bahasa yang santun, tertata, dan profesional.
- Sikap positif serta antusiasme yang ditunjukkan selama proses berlangsung.
- Pembawaan diri yang tenang meski berada di bawah tekanan pertanyaan sulit.
Integrasi 29 Karakter Luhur dalam Dunia Profesional
Seminar ini juga menggarisbawahi pentingnya memiliki karakter yang haus akan ilmu, semangat tinggi, serta kemampuan kolaborasi yang baik. Kriteria-kriteria tersebut, menurut Himawan, sangat selaras dengan program pembinaan generasi muda LDII yang mengedepankan implementasi 29 Karakter Luhur.
Penerapan karakter-karakter positif seperti kejujuran, amanah, dan rukun dalam bekerja sama diyakini akan memberikan nilai tambah (added value) bagi setiap individu Gen Z saat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Sebagai penutup sesi yang inspiratif tersebut, Himawan memberikan motivasi agar para peserta tidak ragu untuk menetapkan target yang tinggi dalam hidup mereka. Ia mendorong generasi muda untuk tetap fokus pada tujuan yang telah ditetapkan guna mencapai masa depan yang gemilang.
“Bermimpilah yang besar dan tetap fokus untuk mengejarnya,” pungkas Himawan Pramudita.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.