Memahami Dunia Tuli & Bahasa Isyarat
Jakarta (9/4). GenFest menghadirkan talkshow inspiratif bertajuk “Memahami Dunia Tuli dan Bahasa Isyarat” pada Rabu (8/4/2026). Acara ini menghadirkan dua narasumber dari komunitas Generus Tuli Indonesia, yakni Flafirsty Azzahra Marumi (Fla) dan Ardha Ikrimatu Zanjabila dengan pendampingan juru bahasa isyarat (JBI) Puti Miftahul Hasanah.
Pada sesi awal, Fla menyampaikan materi terkait deaf awareness atau pemahaman tentang dunia tuli. Ia menjelaskan teman tuli memiliki cara komunikasi yang beragam dan tidak bisa disamaratakan, “Teman tuli punya cara komunikasi berbeda-beda,” ujarnya.
Fla juga menjelaskan, bahasa isyarat merupakan bahasa ibu bagi banyak teman tuli dan menjadi kebanggaan dalam komunitas.
Ia menegaskan bahwa anggapan tuli tidak bisa berbicara atau berprestasi adalah keliru, “Banyak teman tuli yang bisa berprestasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya etika dalam berinteraksi, seperti menjaga kontak mata dan tidak memaksa membaca gerak bibir, “Kalau tidak paham, lebih baik bertanya ulang daripada berpura-pura mengerti,” pesannya.
Fla juga menyoroti pentingnya peran lingkungan dalam menciptakan ruang inklusif bagi teman Tuli. “Teman-teman dengar perlu mau mendekat, berkenalan, dan belajar bahasa isyarat agar bisa membangun hubungan dengan teman Tuli,” ujarnya.
Memasuki sesi berikutnya, Ardha Ikrimatu Zanjabila menyampaikan materi keagamaan. “Kami ingin teman-teman tuli memiliki akses ilmu agama yang sama,” ujarnya.
“Kami ingin teman-teman Tuli bisa belajar agama dengan lebih aksesibel dan berjalan bersama menuju ridho Allah,” tutupnya. (Nisa)
