Sampit — Nuansa bulan Syawal masih terasa hangat di berbagai penjuru Indonesia. Momentum tersebut dimanfaatkan umat Islam untuk mempererat tali silaturahim antar kerabat, sahabat, dan masyarakat luas.
Forum Muballigh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Sampit menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung di Masjid Al Barokah pada Jumat (11/4). Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kualitas dakwah di kalangan para muballigh.
Acara diawali dengan penyampaian materi dari Kitab Sahih Muslim yang membahas keutamaan shalat berjamaah di masjid. Materi tersebut disampaikan oleh Haryanto CH yang bertugas sebagai pengajar pada malam itu.
"Dalam bab ini, para suami tidak boleh menghalangi istri mereka yang berkehendak ke masjid untuk shalat," ujar Haryanto.
Ia juga menjelaskan bahwa shalat berjamaah memiliki keutamaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan shalat sendirian.
"Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama dibandingkan shalat sendirian," jelasnya.
Pada sesi nasihat, Dewan Penasihat LDII Kabupaten Kotawaringin Timur, H Abdillah Fawwaz, menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis di antara sesama muballigh.
"Tak kenal maka tak sayang. Penting bagi kita untuk saling mengenal dalam lingkungan dakwah," ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis muballigh sebagai figur publik dalam menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat.
"Sebagai hamilul quran, para muballigh membawa panji Islam. Oleh karena itu, harus mampu menyesuaikan diri, baik dalam ucapan maupun perbuatan," tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan mushofahah atau saling bersalaman serta ramah tamah antar peserta. Suasana hangat dan penuh keakraban mencerminkan kuatnya persaudaraan dalam satu korps dakwah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para muballigh LDII dapat terus meningkatkan sinergi, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta memperluas peran dakwah yang menyejukkan di tengah masyarakat.