Dukung Kelestarian Budaya, Persinas ASAD Gelar Festival Pencak Silat di GenFest Munas X LDII

Dukung Kelestarian Budaya, Persinas ASAD Gelar Festival Pencak Silat di GenFest Munas X LDII

Upaya Memperkuat Jati Diri Bangsa Melalui Seni Bela Diri

Dalam rangkaian strategis Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD secara resmi menyelenggarakan Festival Pencak Silat bertajuk GenFest. Perhelatan yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) di Padepokan Pencak Silat PB Persinas ASAD, Jakarta ini, merupakan langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya nusantara sekaligus memperkuat penanaman jati diri bangsa pada generasi muda.

Sinergi Strategis Pembinaan Generasi Unggul

Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, mengungkapkan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan manifestasi dari pembinaan berkelanjutan hasil kolaborasi erat antara Persinas ASAD dan LDII. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mencetak sumber daya manusia yang memenuhi kriteria profesional religius.

“Sebelumnya kami sudah menjalin MOU dengan LDII karna ingin membentuk generasi unggul profesional religius,”

ujar Weda Hendragiri saat memberikan keterangan resmi di sela-sela acara.

Penanaman Karakter Luhur Lewat Pencak Silat

Lebih lanjut, Weda memaparkan bahwa pencak silat memiliki filosofi mendalam yang melampaui aspek fisik. Seni bela diri ini menjadi instrumen efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter luhur yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Perguruan pencak silat mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai positif kepada anak didiknya, seperti kedisiplinan, keuletan, ketangkasan dan kepercayaan diri yang tentunya berguna untuk masa depan mereka,”

jelas Weda Hendragiri menekankan pentingnya aspek mentalitas bagi para atlet muda.

Membuka Peluang Karier Melalui Jalur Prestasi

Pembinaan yang dilakukan oleh Persinas ASAD dan LDII juga terbukti mampu memberikan dampak nyata pada masa depan para kader. Weda Hendragiri menyoroti bahwa prestasi di bidang pencak silat dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk meraih jenjang pendidikan dan profesi yang lebih baik.

“Jadi, anak-anak bisa masuk ke perguruan tinggi negeri, mungkin ada yang menjadi ASN melalui jalur prestasi pencak silat, bahkan sudah ada yang diterima menjadi anggota TNI-Polri,”

ucap Weda Hendragiri dengan nada optimis terkait masa depan cerah para atlet binaannya.

Detail Kompetisi dan Jangkauan Peserta

Festival kali ini diikuti oleh puluhan peserta dari kontingen usia praremaja dan remaja yang didominasi oleh perwakilan dari wilayah Jabodetabek. Untuk memastikan penilaian yang komprehensif terhadap keahlian atlet, kompetisi ini dibagi menjadi beberapa kategori utama, antara lain:

  • Kategori Penampilan Tunggal
  • Kategori Berpasangan
  • Kategori Beregu

Melalui ajang kompetisi yang kompetitif ini, Weda meyakini bahwa generasi muda LDII akan terus terdorong untuk melatih disiplin dan mengembangkan potensi diri mereka. Dengan persiapan yang matang, para atlet ini diharapkan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung yang lebih luas, baik di level nasional maupun internasional. Semangat ini pula yang terus digelorakan oleh LDII di berbagai wilayah, termasuk di Kotawaringin Timur, untuk mencetak pemuda berprestasi dan berkarakter kuat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama