Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Agenda Safari Jum’at di Masjid Baitul Qudus
Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, ST, MT., secara khusus melaksanakan agenda Safari Jum’at di Masjid Baitul Qudus yang dikelola oleh DPD LDII Kabupaten Kudus. Kehadiran orang nomor satu di Kota Kretek ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wujud nyata penguatan ukhuwah antara birokrasi pemerintahan dengan elemen organisasi keagamaan di wilayah tersebut. Shalat Jum’at berjamaah yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh jajaran tokoh masyarakat setempat serta para santri dari Pondok Pesantren Baitul Qudus.
Tidak hadir sendirian, Bupati didampingi oleh rombongan pejabat teras lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Terlihat di lokasi di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kudus. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan urgensi agenda Safari Jum’at dalam menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.
Penyaluran Bantuan Baznas untuk Sarana Ibadah
Momen penting terjadi usai pelaksanaan ibadah shalat, di mana Bupati Kudus secara simbolis menyerahkan bantuan pentasharufan zakat, infaq, dan shodaqoh dari BAZNAS Kabupaten Kudus senilai Rp10 juta. Dana bantuan ini dialokasikan khusus untuk mendukung operasional serta kelancaran berbagai kegiatan keagamaan di Masjid Baitul Qudus. Langkah ini diharapkan mampu merangsang kemandirian masjid dalam mengelola program-program umat yang bermanfaat luas.
“Kudus milik semua golongan, dan LDII juga bagian dari Kabupaten Kudus,” ujar Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, ST, MT. saat memberikan sambutan di depan para jamaah.
Meningkatkan Partisipasi Kesehatan Masyarakat
Agenda berlanjut dengan peninjauan langsung program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipusatkan di kompleks Pondok Pesantren Baitul Qudus. Program layanan kesehatan ini menyasar para santri serta warga sekitar masjid sebagai langkah preventif dan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit. Bupati menaruh perhatian serius pada sektor ini karena tingkat partisipasi pemeriksaan kesehatan di Kabupaten Kudus secara umum masih berada di bawah angka 60 persen.
Bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui kesehatan dan persatuan. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mengingat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan mustahil tercapai tanpa adanya stabilitas sosial antar golongan.
Apresiasi dari LDII Kudus atas Dukungan Pemerintah
Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, Muhammad As’ad, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Selain kehadiran fisik dalam rangkaian Safari Jum’at, As’ad juga menyinggung bantuan infrastruktur berupa pembangunan jalan akses masuk menuju area masjid dan pesantren yang telah dikerjakan oleh pemerintah daerah.
“Semoga acara ini merupakan langkah besar kita dalam mewujudkan kudus yang rukun, damai dan terwujudnya visi Kudus Sehat (Sejahtera, Harmonis dan Takwa),” tutur Muhammad As’ad dalam ungkapan terima kasihnya.
Pertemuan ini ditutup dengan suasana hangat yang mempertegas bahwa sinergitas antara umara (pemimpin pemerintah) dan ulama serta organisasi keagamaan adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan program-program pemerintah dapat terakselerasi dengan dukungan penuh dari masyarakat di tingkat lokal.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.