Sinergi Strategis Pemerintah dan Ormas di Kabupaten Jember
JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas sosial sekaligus memacu pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat secara luas.
Kehadiran Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Bakesbangpol Jember, Mega Wulandari, S.STP., M.M., dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Selasa malam, 7 April 2026, menjadi representasi aktif pemerintah dalam merangkul elemen keagamaan. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD LDII Kabupaten Jember, Jalan Langsep Raya No. 12, Kecamatan Patrang ini, menjadi ruang koordinasi penguatan peran ormas di tingkat lokal.
Merespons Dinamika Global Melalui Kebijakan Nasional
Dalam forum tersebut, dipaparkan sejumlah arahan strategis dari pemerintah pusat yang menitikberatkan pada penguatan peran ormas dalam menghadapi tantangan global. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Prof. (H.C.) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan harus memiliki pendekatan yang adaptif dan inovatif terhadap perubahan zaman.
Salah satu poin krusial yang diangkat adalah implementasi konsep "Green Dakwah". Konsep ini menuntut aktivitas dakwah tidak hanya berfokus pada aspek spiritualitas semata, tetapi juga mengintegrasikan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. LDII didorong untuk mempelopori kampanye pengelolaan sampah, pelestarian ekosistem alam, serta aksi nyata penanaman mangrove di wilayah pesisir guna memitigasi dampak abrasi.
Dukungan Terhadap Ketahanan Pangan dan Asta Cita
Selain isu lingkungan, isu ketahanan pangan menjadi prioritas utama dalam koordinasi tersebut. Pemerintah pusat menggarisbawahi pentingnya peran seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal ini dianggap mendesak mengingat adanya ancaman penurunan produktivitas pangan global yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial-ekonomi.
Prof. Akmal Malik juga memperkenalkan filosofi "Sandeq" sebagai inspirasi bagi organisasi modern. Terinspirasi dari perahu tradisional Sulawesi Barat, filosofi ini menggambarkan karakter organisasi yang lincah, cepat, dan tangguh. Ormas diharapkan mampu bergerak secara responsif terhadap berbagai dinamika, baik di level lokal maupun internasional.
Kemitraan Strategis dan Digitalisasi Data Ormas
Di level daerah, Bakesbangpol Kabupaten Jember memanfaatkan momentum ini untuk menyelaraskan program kerja pemerintah dengan agenda DPD LDII. Mega Wulandari menekankan bahwa keselarasan ini penting agar pembangunan di Jember dapat berjalan secara kohesif.
“Kami berharap LDII dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga kondusivitas masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujar Mega Wulandari.
Lebih lanjut, koordinasi ini juga menyentuh aspek administratif melalui upaya pemutakhiran data organisasi kemasyarakatan. Validitas data ormas di Kabupaten Jember menjadi basis penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang akurat dan tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, pengurus DPD LDII Kabupaten Jember menyatakan kesiapannya untuk melakukan digitalisasi dokumen administrasi. Dokumen-dokumen tersebut akan dikelola melalui platform digital seperti Google Drive dan Google Form yang telah disiapkan oleh Bakesbangpol. Modernisasi tata kelola data ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas organisasi dalam berinteraksi dengan pemerintah daerah.
Sinergi yang terbangun antara Bakesbangpol Jember dan LDII diharapkan menjadi contoh kolaborasi harmonis antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menciptakan stabilitas sosial serta mengakselerasi pembangunan daerah yang berkelanjutan di masa depan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.