Ace Hasan Dorong Generasi Z LDII Kuasai STEM dan Literasi Digital di Tengah Ketidakpastian Global

Ace Hasan Dorong Generasi Z LDII Kuasai STEM dan Literasi Digital di Tengah Ketidakpastian Global

Generasi Z LDII Didorong Kuasai STEM dan Literasi Digital

Strategi menghadapi ketidakpastian global dan memperkuat ketahanan nasional

Munas LDII 2026
Generasi muda dan teknologi

Jakarta (8/4). Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily mendorong generasi muda LDII untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dalam menghadapi ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X DPP LDII di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, generasi muda, khususnya generasi Z, memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas akademik dan keterampilan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Ace Hasan mendorong generasi muda LDII untuk memperkuat kompetensi di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia.

“Karena itu saya ingin mendorong melalui lembaga pendidikan yang ada di LDII untuk memperkuat kemampuan akademik secara profesional dan berkeahlian skill STEM. Karena kekayaan alam kita bisa digali kalau dengan keahlian tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital yang kritis. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi harus mampu berpikir analitis dan mendalam, “Jangan hanya bergantung pada media sosial. Anak muda harus punya kemampuan berpikir mendalam, salah satunya dengan membaca dan mengasah kemampuan intelektual,” tegasnya.

AYO BACA QURAN! - LDII Sampit

Dalam paparannya, ia juga menyinggung kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Situasi ini, menurutnya, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi.

Ia menambahkan, ketahanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk LDII. Menurutnya, LDII memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai program yang telah dijalankan.

Ia mengapresiasi inisiasi program LDII dalam mengembangkan sorgum sebagai alternatif bahan pangan pengganti beras, dan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren dan kantor organisasi LDII.

“Sorgum bisa menjadi salah satu diversifikasi pangan kita, sehingga tidak tergantung pada satu sumber saja. Begitu juga energi terbarukan yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso menegaskan bahwa penguatan SDM dan ketahanan nasional sejalan dengan prioritas utama organisasi, yakni kebangsaan. Ia menjelaskan, nilai kebangsaan menjadi fondasi dalam menjalankan berbagai program LDII, termasuk di bidang pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

“Program prioritas pertama LDII adalah kebangsaan. Dari situ, program-program lain akan lebih mudah dijalankan untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan Lemhannas akan terus diperkuat, khususnya dalam penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.

Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama antara LDII dan Lemhannas akan terus diperkuat, termasuk dalam penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Menurutnya, pendidikan kebangsaan harus terus diperbarui seiring dinamika global yang terus berkembang.

“Kami berterima kasih atas pembekalan dari Lemhannas. Harapannya, ini dapat memperkuat kontribusi LDII dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya saing,” tutupnya.

Lebih baru Lebih lama