59 Calon Jamaah Haji LDII Surabaya Resmi Dilepas, KBIHU Hudallil Muttaqin Bekali Ilmu Manasik

Ibadah · Haji

59 Calon Jamaah Haji LDII Surabaya Resmi Dilepas, KBIHU Hudallil Muttaqin Bekali Ilmu Manasik

📅 27 April 2026  •  🏢 LDII Sampit  •  ⏱️ 3 menit baca

Pelepasan calon jamaah haji KBIHU Hudallil Muttaqin LDII Surabaya

Suasana pelepasan calon jamaah haji KBIHU Hudallil Muttaqin di GSG Sabilurosyidin, Surabaya. | Foto: LINES Jatim

SURABAYA — Sebanyak 59 calon jamaah haji dari warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Hudallil Muttaqin mengikuti acara pelepasan resmi di Gedung Serba Guna (GSG) Sabilurosyidin, Surabaya, Minggu (26/4/2026). Momentum ini menandai tahap akhir dari serangkaian pembekalan sebelum para jamaah bertolak menuju Tanah Suci.


Dewan Penasihat LDII: Syukuri dan Jaga Niat

Dewan Penasihat LDII, H. Abu Said, mengisi acara dengan tausiyah yang mengajak para calon jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat besar yang tengah mereka terima. Menurutnya, tidak semua umat Muslim diberi kesempatan untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ini.

"Tidak semua orang bisa berangkat haji. Karena itu, yang mendapat kesempatan ini harus benar-benar bersyukur dan menjaga niatnya,"

— H. Abu Said, Dewan Penasihat LDII

H. Abu Said juga mengingatkan pentingnya menjalankan ibadah sesuai tuntunan yang telah dipelajari selama manasik. Pemahaman yang baik, tegasnya, adalah pondasi agar ibadah haji benar-benar diterima oleh Allah SWT.

"Perhatikan manasiknya, ilmunya, dan praktiknya. Jangan hanya ikut-ikutan tanpa dasar,"

— H. Abu Said, Dewan Penasihat LDII

Tak hanya soal ilmu, H. Abu Said turut menekankan perlunya persiapan fisik yang matang. Ibadah haji menuntut ketahanan tubuh yang prima, sehingga jamaah diminta memperhatikan kondisi kesehatan serta melengkapi kebutuhan pribadi termasuk obat-obatan.

"Jaga kesehatan karena haji adalah ibadah fisik. Persiapkan kebutuhan dengan baik,"

— H. Abu Said, Dewan Penasihat LDII

Di penghujung tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk berserah diri kepada Allah, memperbanyak doa, dan memohon agar seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan lancar, aman, serta penuh keberkahan.


59 Jamaah dari 5 Kabupaten/Kota, Berangkat lewat Kloter 51

Ketua KBIHU Hudallil Muttaqin, H. Muhaimin, dalam laporannya menyampaikan bahwa 59 jamaah yang diberangkatkan berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur. Surabaya menjadi penyumbang terbesar dengan 31 jamaah, diikuti Gresik 23 orang, Lumajang dan Sidoarjo masing-masing 2 orang, serta Jombang 1 orang.

📊 Asal Daerah Jamaah KBIHU Hudallil Muttaqin

Daerah Jumlah Jamaah
Surabaya 31 orang
Gresik 23 orang
Lumajang 2 orang
Sidoarjo 2 orang
Jombang 1 orang

H. Muhaimin menjelaskan bahwa seluruh jamaah telah menjalani serangkaian manasik haji secara bertahap sejak 19 Oktober 2025 hingga 19 April 2026, dengan total sekitar 20 kali pertemuan.

"Manasik dilakukan secara bertahap agar jamaah memahami tata cara ibadah secara menyeluruh,"

— H. Muhaimin, Ketua KBIHU Hudallil Muttaqin

Untuk keberangkatan, seluruh jamaah tergabung dalam gelombang pertama melalui kloter 51, dengan rute Surabaya menuju Madinah. H. Muhaimin menitipkan harapan agar semua jamaah dapat menjalankan ibadah dengan hikmat, pulang ke Tanah Air dalam keadaan selamat, dan meraih predikat haji mabrur.

🤲 Semoga seluruh calon jamaah haji LDII diberikan kemudahan, kesehatan, dan kembali meraih haji mabrur. Aamiin.


Label: Haji  ·  LDII  ·  KBIHU  ·  Ibadah  ·  Surabaya

Lebih baru Lebih lama