Sinergi Lintas Sektoral Demi Menjaga Kondusivitas Kamtibmas di Tabanan
Dalam upaya memperkokoh tali persaudaraan dan menjaga stabilitas keamanan menjelang dua hari besar keagamaan, DPD LDII Kabupaten Tabanan menghadiri rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral. Pertemuan strategis ini melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh adat, pecalang, serta tokoh masyarakat setempat untuk menyepakati langkah-langkah koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Rakor yang digelar di Kantor Kepala Desa Dajan Peken ini bertujuan untuk memastikan keharmonisan antarwarga tetap terjaga, mengingat perayaan Nyepi yang diprediksi akan berbarengan dengan momentum malam takbiran Idulfitri. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Gubernur Bali serta Seruan Bersama FKUB Tabanan.
Komitmen LDII dalam Menghormati Tapabrata Penyepian
Wakil Ketua II DPD LDII Tabanan, Imam Kambali, menegaskan bahwa seluruh warga LDII di wilayah tersebut telah diinstruksikan untuk tidak melakukan aktivitas publik di Gedung Sekretariat selama rangkaian Nyepi berlangsung. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan ritual suci.
“LDII berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tabanan. Selain itu, menjaga situasi masyarakat tetap harmonis merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Imam Kambali.
Lebih lanjut, Imam Kambali menjelaskan bahwa penyesuaian kegiatan ibadah juga dilakukan, termasuk peniadaan kegiatan takbiran yang biasanya melibatkan konsentrasi massa di area sekretariat.
“Termasuk takbiran, kami tidak menggelar takbiran di Gedung Sekretariat LDII Tabanan. Ini sebagai bentuk toleransi kami terhadap saudara kami yang sedang menjalankan tapabrata penyepian,” ujar Imam Kambali menambahkan.
Langkah Proaktif Hingga Tingkat Akar Rumput
Sebelum rapat koordinasi ini digelar, jajaran pengurus LDII Tabanan telah melakukan sosialisasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kelian Adat dan Pecalang di Banjar Malkangin. Komunikasi dua arah ini memastikan bahwa seluruh warga memahami dan menaati aturan lokal demi kelancaran ibadah bersama.
“Kami sudah sampaikan kepada pengurus wilayah di tingkat paling bawah, baik adat maupun dinas, bahwa kami warga LDII Tabanan tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat Nyepi,” ujar Imam Kambali.
Sebagai penutup, rakor tersebut juga memberikan imbauan kepada seluruh elemen masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial selama perayaan hari raya. Kehadiran perwakilan dari berbagai organisasi lintas agama, seperti Pengurus Yayasan Al-Huda, Pengurus Gereja Immaculata, hingga para pemimpin adat setempat, menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi di Tabanan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan damai.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.