Tiga Dekade Harmoni: LDII Depok Gelar Salat Idulfitri di Lapangan Gereja Sebagai Simbol Toleransi

Tiga Dekade Harmoni: LDII Depok Gelar Salat Idulfitri di Lapangan Gereja Sebagai Simbol Toleransi

Wujud Nyata Moderasi Beragama di Kota Depok

Tradisi toleransi antarumat beragama di Kota Depok kembali menunjukkan potret yang menyejukkan. Selama tiga dekade terakhir, DPD LDII Kota Depok bersama Pramuka Sako SPN Kota Depok secara rutin menyelenggarakan Salat Idulfitri di Lapangan Cornelis Chastelein, yang terletak tepat di depan Gereja Bethel Indonesia. Kerja sama ini melibatkan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) sebagai pengelola lahan.

Pelaksanaan Salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026) tersebut menjadi bukti nyata bahwa keberagaman di Depok dapat berjalan beriringan dengan sangat baik. Pihak yayasan selaku pemilik fasilitas mengungkapkan kebanggaannya atas jalinan silaturahmi yang telah terjaga selama 30 tahun tersebut.

"Saya cukup bangga selama kurang lebih 30 tahu kami bisa berkontribusi terhadap kaum muslim untuk penyelenggaraan solat Idulfitri dengan menggunakan fasilitas Lapangan Cornelis Chastelin yang kami punya," ujar Revelino Jerincho Isahk, Ketua Umum Yayasan Cornelis Chastelein.

Revelino juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik ini agar terus berlanjut di masa depan. Beliau berharap kolaborasi antara LCC dan LDII dapat terus menginspirasi dalam merawat persaudaraan lintas iman.

"Semoga kegiatan ini terus dilanjutkan dalam semangat persaudaraan yang sudah tumbuh sejak lama," ujar Revelino Jerincho Isahk.

Menyikapi Keberagaman dengan Kedewasaan

Sekretaris DPD LDII Kota Depok, Diki Wahyu, yang juga menjabat sebagai Pembina Pramuka Sako SPN Kota Depok, mengamini bahwa konsistensi selama 30 tahun ini adalah bukti kuatnya toleransi di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah selama tiga dekade menjadi bukti kuat selama 30 tahun bekerjasama tidak hanya dengan muslim tapi warga non muslim bisa membantu kelancaran Salat Idulfitri hari ini," ujar Diki Wahyu.

Selain soal lokasi pelaksanaan, Diki juga memberikan pandangannya mengenai adanya perbedaan waktu perayaan hari raya di tengah masyarakat. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi pemicu perdebatan, melainkan harus dipandang sebagai kekayaan dalam beragama.

"Seperti yang kita tahu beberapa memang sudah merayakan Salat Idulfitri, namun semua itu merupakan sebuah keberagaman yang patut kita syukuri dan disikapi dengan dewasa," ujar Diki Wahyu.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan ramah tamah antarwarga dan tokoh lintas agama. Hal ini semakin mempertegas komitmen warga LDII dalam menjaga kerukunan serta nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama