SAMPIT — Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana khusyuk terasa di Masjid Al Barokah, Sampit. Meski pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, semangat jamaah untuk menghidupkan malam terakhir Ramadan tetap membara — tercermin dari kehadiran jamaah yang memadati masjid melalui rangkaian ibadah yang berlangsung hingga tengah malam.

Lokasi
Masjid Al Barokah, Sampit
Tanggal
19 Maret 2026 / 29 Ramadan 1447 H
Imam Tarawih
Arif Rahman
Tadarus Hingga
Pukul 24.00 WIB

Kegiatan dibuka dengan pelaksanaan shalat tarawih terakhir yang berlangsung penuh kekhusyukan, dipimpin oleh imam Arif Rahman. Setiap rakaat terasa lebih bermakna dari biasanya — jamaah meresapi bahwa ini adalah tarawih terakhir yang mereka jalani di Ramadan kali ini, dan tidak ada yang tahu apakah mereka masih akan berjumpa dengan tarawih Ramadan berikutnya.

Tausiyah: Jangan Lepas di Sepuluh Malam Akhir

"Terlebih masih di 10 malam akhir Ramadan. Lailatul Qadar turun ke dunia. Semoga kita sedang dalam beramal saleh ibadah."

— Dasuki, S.Pd., Ketua DPD LDII Kotawaringin Timur

Usai shalat tarawih, tausiyah kultum disampaikan oleh Ketua DPD LDII Kotawaringin Timur, Dasuki, S.Pd. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya memaksimalkan sisa waktu Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan — malam-malam yang menjadi waktu terbaik untuk mencari Lailatul Qadar.

Pesan Dasuki terasa tepat sasaran. Malam itu adalah malam ke-29 Ramadan — salah satu malam ganjil yang oleh Nabi Muhammad SAW sangat dianjurkan sebagai waktu mencari Lailatul Qadar. Jamaah pun tampak semakin termotivasi untuk memperpanjang ibadah mereka.

🎙️
Arif Rahman
Imam Shalat Tarawih Masjid Al Barokah Sampit
👤
Dasuki, S.Pd.
Ketua DPD LDII Kotawaringin Timur · Penyampai Kultum
📖
Alex Angga
Mubaligh Muda · Pemimpin Tadarus Al-Qur'an

Tadarus dan Iktikaf Hingga Tengah Malam

Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan pengajian serta tadarus Al-Qur'an yang berlangsung hingga pukul 24.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh mubaligh muda Alex Angga, yang dengan penuh semangat membimbing jamaah membaca sekaligus mentadabburi — merenungi dan menghayati — ayat-ayat suci Al-Qur'an satu per satu.

Tadarus malam terakhir bukan sekadar penutup rutinitas. Ia adalah perpisahan yang syahdu antara jamaah dengan Al-Qur'an dalam suasana Ramadan. Setiap bacaan terasa lebih berat dan lebih bermakna, karena semua yang hadir menyadari bahwa ini adalah tadarus terakhir di bulan yang paling mulia dalam setahun.

Tidak hanya tadarus, para jamaah juga melanjutkan ibadah dengan beriktikaf di dalam masjid. Suasana tenang dan penuh kekhusyukan menyelimuti malam terakhir Ramadan — mencerminkan kesungguhan umat Islam dalam meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

— Laporan dari Masjid Al Barokah Sampit, 19 Maret 2026

Kebersamaan Sahur di Masjid

Sebagai bentuk pelayanan dan dukungan terhadap jamaah yang beriktikaf, panitia Ramadan Masjid Al Barokah turut menyediakan makan sahur bersama. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian masjid agar jamaah dapat fokus sepenuhnya dalam ibadah, tanpa harus memikirkan persiapan sahur di rumah masing-masing.

Lebih dari sekadar urusan makan, momen sahur bersama itu menjadi ruang hangat yang mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah. Tawa ringan, obrolan penuh makna, dan doa bersama menjelang imsak menciptakan kehangatan yang hanya bisa dirasakan di penghujung Ramadan — momen yang pasti akan dirindukan hingga Ramadan kembali tiba.

Rangkaian Kegiatan Malam Terakhir

  1. 1
    Shalat Tarawih terakhir — dipimpin Imam Arif Rahman, berlangsung penuh kekhusyukan
  2. 2
    Tausiyah Kultum oleh Dasuki, S.Pd. (Ketua DPD LDII Kotawaringin Timur)
  3. 3
    Pengajian dan Tadarus Al-Qur'an dipimpin mubaligh muda Alex Angga
  4. 4
    Tadarus berlangsung hingga pukul 24.00 WIB
  5. 5
    Iktikaf berjamaah di dalam Masjid Al Barokah Sampit
  6. 6
    Sahur bersama — disiapkan oleh panitia Ramadan masjid untuk jamaah iktikaf

Menutup Ramadan dengan Amal Terbaik

Kegiatan tadarus terakhir ini menjadi penutup rangkaian panjang ibadah Ramadan di Masjid Al Barokah Sampit. Seluruh jamaah berharap agar amal ibadah yang telah dicurahkan selama bulan suci — puasa, shalat tarawih, tadarus, sedekah, dan iktikaf — diterima oleh Allah SWT sebagai amal yang sempurna, dan mendapatkan keberkahan dari malam-malam terakhir yang diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar.

Dengan semangat ibadah yang terjaga hingga detik terakhir Ramadan, jamaah Masjid Al Barokah membuktikan bahwa penetapan tanggal Hari Raya Idul Fitri oleh pemerintah tidak sedikit pun mengurangi kesungguhan mereka dalam mengisi sisa waktu bulan penuh ampunan ini.