Tadarus Quran LDII Sampit Targetkan Khatam 30 Juz di Ramadan 1447 H
Semangat itulah yang menggerakkan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk menghidupkan setiap malam Ramadan 1447 H dengan kegiatan pengajian dan tadarus Al-Quran secara rutin.
Hidupkan Malam Ramadan dengan Tadarus
Kegiatan pengajian dan tadarus dimulai sejak usai shalat Isya hingga pukul 22.00 WIB. Suasana masjid terasa lebih hangat, bukan hanya karena kebersamaan, tetapi juga karena lantunan ayat-ayat suci yang menggema setiap malam.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk tadarus quran khatam 30 juz di malam-malam 10 akhir menjelang Ramadan, "ucap Abdillah Fawwaz, dewan Penasihat LDII Kotim.
Target khatam 30 juz menjadi penyemangat tersendiri bagi warga. Tadarus tidak hanya menjadi rutinitas membaca, tetapi juga upaya memperdalam pemahaman serta menguatkan kecintaan terhadap Al-Quran.
Lima Target Sukses Ramadan LDII
Selain tadarus Quran, LDII memiliki lima target sukses Ramadan yang terus digaungkan setiap tahun. Kelima target tersebut meliputi:
- Sukses puasa
- Sukses shalat tarawih
- Sukses tadarus quran
- Sukses lailatul qadar
- Sukses zakat
Lima sukses ini menjadi panduan agar ibadah Ramadan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar dijalani dengan kesungguhan dan perencanaan yang matang.
" Pengurus bersama panitia mengharapkan agar warga dapat bersungguh-bersungguh memaksimalkan ibadah di bulan ramadan, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW, " harap Abdillah Fawwaz.
Perkuat Silaturahim dan Kekompakan
Pengajian Ramadan juga menjadi ajang mempererat silaturahim antarwarga. Tidak hanya berfokus pada ibadah mahdhah, kegiatan ini juga membangun kebersamaan dan kekompakan sosial.
Panitia menyusun jadwal bergilir bagi warga untuk menyediakan konsumsi pengajian. Sistem gotong royong ini memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menyukseskan kegiatan Ramadan.
"Pada 10 malam akhir, waktu pengajian lebih ditingkatkan hingga subuh. Warga diajak beriktikaf di masjid. Adapun makan sahur disediakan oleh panitia," pungkasnya.
Optimisme Raih Keberkahan Ramadan 1447 H
Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momentum paling dinanti. Selain meningkatkan intensitas tadarus, warga juga diajak untuk beriktikaf guna meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dengan kebersamaan, disiplin, dan semangat ibadah yang terjaga, LDII Sampit optimis Ramadan 1447 H akan menjadi bulan penuh keberkahan, sekaligus momentum pembinaan karakter generasi muda yang religius, berakhlakul karimah, dan cinta Al-Quran.
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan pembinaan. Dan melalui tadarus serta pengajian rutin, LDII Sampit berupaya menjadikan Al-Quran benar-benar hidup di tengah masyarakat.

