Sinergi Strategis di Tengah Arus Modernisasi
Menghadapi tantangan arus modernisasi yang kerap memicu sikap individualisme, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bitung mengambil langkah proaktif untuk memperkuat kerohanian umat. Langkah ini diwujudkan melalui agenda silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Masjid Al-Manshurin, Tinombala, pada Sabtu (14/3/2026).
Acara yang berlangsung penuh keakraban ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bitung dengan misi utama untuk:
"Mewujudkan kerukunan dan kekompakan sesama warga LDII serta memperkokoh sinergi dengan jajaran Kementerian Agama," ungkap panitia penyelenggara dari DPD LDII Bitung.
Momentum Penguatan Struktur dan Koordinasi
Ketua DPD LDII Kota Bitung, Bumi Mustamin, S.Sos., menyambut langsung kehadiran rombongan Kemenag. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan struktur kepengurusan LDII mulai dari tingkat kota (DPD), kecamatan (PC), hingga kelurahan (PAC) guna memastikan koordinasi pembinaan umat berjalan efektif.
"Pertemuan ini bukan sekadar seremoni makan bersama, melainkan momentum bagi kami untuk memperkenalkan struktur organisasi agar koordinasi dalam pembinaan umat di Kota Bitung semakin solid ke depannya," ujar Bumi Mustamin, S.Sos.
Waspadai Gejala 'Muslim Tanpa Masjid' di Era Digital
Kepala Kantor Kemenag Kota Bitung, H. Yahya W. Pasiak, S.Ag., MM., memberikan perhatian khusus terhadap dampak teknologi pada perilaku beragama. Beliau menyoroti munculnya fenomena "muslim tanpa masjid" di mana individu cenderung memisahkan diri dari kehidupan sosial keagamaan.
"Sekarang banyak orang yang mulai memisahkan diri dari kehidupan sosial beragama. Mereka merasa cukup belajar agama lewat gawai (gadget) tanpa bimbingan guru atau imam di masjid. Ini berbahaya karena dapat memicu sikap abai terhadap kehadiran Allah dalam keseharian," tegas H. Yahya W. Pasiak, S.Ag., MM.
Beliau juga memperingatkan bahaya pragmatisme, di mana interaksi dengan tempat ibadah hanya dilakukan saat ada kepentingan pribadi atau politik. Menurutnya, polarisasi semacam ini harus dilawan dengan penguatan ukhuwah islamiyah atau persaudaraan Islam yang tulus.
Pesan Moral dan Peningkatan Kualitas Diri
Sebagai penutup tausiahnya, Yahya Pasiak menitipkan tiga pesan kunci bagi warga LDII untuk menjaga kualitas iman dan kemanusiaan:
- Meninggalkan kemaksiatan demi menjaga kesucian hati.
- Menghindari gaya hidup berlebihan yang dapat melalaikan tanggung jawab sosial.
- Menjauhi segala hal yang berpotensi merenggangkan hubungan dengan Allah SWT.
Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama dan berbuka puasa, menegaskan komitmen antara ormas keagamaan dan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta kerukunan umat beragama di Kota Bitung. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan pembinaan spiritual masyarakat tetap terjaga meskipun berada di tengah distrupsi digital yang masif.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.