Resistor: Panduan Lengkap, Jenis, & Kalkulator Kode Warna Online

Resistor: Panduan Lengkap, Jenis, & Kalkulator Kode Warna Online

Resistor & Kode Warna

Panduan Lengkap Elektronika Dasar: Mengenal Komponen, Jenis, dan Cara Menghitung Nilainya.

Apa itu Resistor?

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik dalam sebuah rangkaian. Satuan nilai hambatan resistor adalah Ohm (Ω), dinamakan dari penemunya, Georg Simon Ohm.


Sesuai dengan Hukum Ohm, resistor berbanding lurus dengan tegangan (V) dan berbanding terbalik dengan arus (I). Rumus dasarnya adalah:

V = I × R

Dimana V adalah Tegangan (Volt), I adalah Arus (Ampere), dan R adalah Resistansi (Ohm).

Jenis-Jenis Resistor

Tidak semua resistor sama. Berikut adalah jenis-jenis resistor yang umum digunakan:

1. Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Nilai hambatannya sudah ditentukan oleh pabrik dan tidak dapat diubah. Jenis ini yang paling umum digunakan.

2. Resistor Variabel (Variable Resistor)

Nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Contohnya adalah Potensiometer (untuk volume radio) dan Trimpot.

3. Resistor Non-Linear

Nilai hambatannya berubah berdasarkan kondisi lingkungan:

  • NTC/PTC: Berubah berdasarkan suhu.
  • LDR: Berubah berdasarkan intensitas cahaya.
  • VDR: Berubah berdasarkan tegangan.

Cara Membaca Kode Warna

Resistor biasanya memiliki gelang warna yang menunjukkan nilainya. Untuk resistor 4 pita (paling umum), cara membacanya adalah:

  1. Pita 1: Angka pertama.
  2. Pita 2: Angka kedua.
  3. Pita 3: Pengali (Jumlah nol).
  4. Pita 4: Toleransi (Ketelitian nilai).

Contoh: Coklat (1) - Hitam (0) - Merah (x100) - Emas (5%) = 1000 Ohm atau 1kΩ.

Kalkulator Resistor Online

Pilih warna pada pita resistor di bawah ini untuk mengetahui nilainya secara otomatis.

Hasil akan muncul di sini
Catatan: Kalkulator ini menghitung resistor 4 pita standar. Untuk resistor presisi tinggi (5 atau 6 pita), logika perhitungannya sedikit berbeda.
Lebih baru Lebih lama