Rayakan Kemenangan, Ratusan Warga LDII Kebalandono dan Tritunggal Gelar Sholat Idulfitri 1447 H dengan Semangat Kebangsaan

Rayakan Kemenangan, Ratusan Warga LDII Kebalandono dan Tritunggal Gelar Sholat Idulfitri 1447 H dengan Semangat Kebangsaan

Khidmatnya Pelaksanaan Sholat Idulfitri di Masjid Baitul Firdaus

Suasana penuh kemenangan dan syukur menyelimuti halaman Masjid Baitul Firdaus Kebalandono, Babat, pada Sabtu (21/3). Ratusan warga yang tergabung dalam Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kebalandono dan PAC Tritunggal memadati area sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah Sholat Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Pelaksanaan sholat yang berlangsung tertib dan khidmat ini mengusung tema besar, yakni “Membangun Silaturahim Menuju Indonesia Hebat.”

Sejak pukul 06.00 WIB, para jamaah dari berbagai usia mulai berdatangan dengan tertib. Gema takbir yang dikumandangkan terus bersahut-sahutan, menciptakan suasana spiritual yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir di lokasi tersebut sebelum rangkaian ibadah dimulai secara resmi.

Pesan Ketakwaan dan Kesalehan Sosial

Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib, Ustadz Sahlan Mubarak memberikan pesan-pesan moral dan spiritual yang mendalam dalam khutbahnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan ibadah di bulan Ramadan tidak hanya dilihat dari ritual pribadi, melainkan bagaimana nilai-nilai tersebut bertransformasi menjadi karakter takwa yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Takwa bukan hanya melekat pada diri manusia sendiri, namun juga harus berimplikasi pada lingkungan sekitar. Menafkahkan harta di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain adalah wujud nyata dari keshalihan sosial sebagai buah dari ketakwaan,” ujar Sahlan Mubarak di hadapan ratusan jamaah yang memadati halaman masjid.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa implementasi nilai Rahmatan lil ‘Alamin atau rahmat bagi semesta alam sangat penting dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, warga LDII diingatkan untuk selalu menjaga kerukunan, persatuan, dan kekompakan meski di tengah perbedaan pendapat yang mungkin muncul.

Memperkuat Tiga Pilar Persaudaraan

Dalam orasinya, Ustadz Sahlan Mubarak juga menggarisbawahi pentingnya menjaga tiga pilar persaudaraan, yakni Ukhuwwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia), dan penguatan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ia merujuk pada keteladanan Rasulullah SAW dalam Piagam Madinah sebagai contoh historis bagaimana membangun tatanan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati hak serta kewajiban tanpa memandang latar belakang suku atau agama.

“Kita harus merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan mengesampingkan hal-hal yang dapat mengganggu persatuan. Dengan semangat silaturahim, kita optimis dapat melampaui masa-masa sulit menuju kemenangan dan kejayaan Indonesia Hebat,” tambah Sahlan Mubarak mempertegas komitmen kebangsaan warga LDII.

Penutup yang Hangat dengan Tradisi Mushafahah

Setelah seluruh rangkaian sholat dan khutbah selesai dilaksanakan, kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang berlangsung penuh kekhusyukan. Sebagai penutup, para jamaah melaksanakan tradisi saling memaafkan atau mushafahah. Tradisi ini menjadi simbol kembalinya fitrah manusia dan penguatan tali persaudaraan yang erat di tingkat akar rumput.

Pelaksanaan ibadah ini membuktikan bahwa semangat religiusitas dan nasionalisme dapat berjalan beriringan demi mewujudkan masyarakat yang harmonis. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan semangat silaturahim yang telah terjalin dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama