Perkuat Toleransi dan Kerukunan, FKUB Kota Kediri Gelar Silaturahmi Lintas Agama di Ponpes Wali Barokah

Perkuat Toleransi dan Kerukunan, FKUB Kota Kediri Gelar Silaturahmi Lintas Agama di Ponpes Wali Barokah

Menjaga Harmoni di Kota Toleran

Dalam rangka merayakan momentum Idul Fitri, jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri melakukan kunjungan resmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama dan menjaga predikat Kota Kediri sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung hangat di Wisma Tentram Ponpes Wali Barokah tersebut menjadi wadah berkumpulnya keluarga besar pondok pesantren bersama pengurus DPD LDII Kota Kediri dan para tokoh agama dari berbagai latar belakang. Pertemuan ini diharapkan mampu mengukuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kediri.

Menjaga Indeks Kota Toleran (IKT)

Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya menjaga capaian Kota Kediri dalam hal kerukunan. Menurutnya, stabilitas sosial yang telah terbangun harus dipelihara dengan komunikasi yang intensif antar tokoh masyarakat.

"Kami warga Kota Kediri selalu menekankan pentingnya menjaga Indeks Kota Toleran (IKT), agar nilai toleransi di Kota Kediri tidak menurun," ujar KH. Sunarto.

Ia menambahkan bahwa saat ini Kota Kediri masih bertengger di jajaran 10 besar nasional dalam hal toleransi. Namun, prestasi tersebut bukanlah alasan untuk lengah. KH. Sunarto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berupaya menjaga keharmonisan melalui pertemuan rutin dan dialog terbuka.

"Kami juga mengapresiasi kehadiran para tokoh lintas agama yang sudi mengayubagyo atau ikut berbahagia dalam merayakan lebaran di pondok ini," lanjut KH. Sunarto.

Prinsip Moderasi Beragama FKUB

Pihak FKUB Kota Kediri menyambut baik keterbukaan yang ditunjukkan oleh Ponpes Wali Barokah. Wakil Ketua FKUB Kota Kediri, Pdt. Timotius Kabul, menyatakan kekagumannya atas keramahan yang diberikan. Ia bahkan merasa bahwa lingkungan pesantren tersebut sudah sangat akrab bagi para tokoh lintas agama.

"Kami sangat berbahagia, di pondok ini sudah seperti rumah kita sendiri. Mari kita jaga keutuhan bersama. Prinsip kita di FKUB jelas jangan membedakan yang sama, dan jangan mempersamakan yang beda. Inilah kunci ukhuwah kita agar bisa bersama-sama menikmati kebahagiaan hari raya, baik itu Nyepi, Paskah, Imlek, maupun Idul Fitri," ungkap Pdt. Timotius Kabul.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersatu dalam nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. FKUB berkomitmen untuk terus menjadi jembatan penghubung bagi seluruh umat beragama di Kediri.

Penguatan Fondasi Sosial untuk Masa Depan

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh lintas agama di Ponpes Wali Barokah merupakan simbol kekuatan sosial. Menurutnya, kerukunan adalah aset yang harus dipupuk secara terus-menerus melalui tindakan nyata.

"Kehadiran tokoh-tokoh lintas agama dari FKUB ke Ponpes Wali Barokah bukan sekadar seremoni lebaran, melainkan penguatan fondasi sosial kita. Kami di LDII berkomitmen untuk terus membuka pintu komunikasi seluas-luasnya," kata Agung Riyanto.

Agung percaya bahwa interaksi langsung, seperti makan bersama dan berdialog secara tulus, adalah cara paling efektif untuk meredam potensi konflik dan membangun kesepahaman. Melalui kegiatan seperti ini, LDII berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan visi Kota Kediri yang lebih mapan, aman, dan damai di masa depan.

Acara silaturahmi ini ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, yang mencerminkan wajah Indonesia yang sejuk dan penuh toleransi. Dengan adanya sinergi antara ulama, tokoh lintas agama, dan lembaga dakwah, Kota Kediri optimis dapat terus mempertahankan jati dirinya sebagai mercusuar harmoni di tanah air.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama