Perkuat Ketahanan Nasional dan Kelestarian Lingkungan, LDII Sumbar Gelar Media Gathering Jelang Munas X

Perkuat Ketahanan Nasional dan Kelestarian Lingkungan, LDII Sumbar Gelar Media Gathering Jelang Munas X

Sinergi Menghadapi Dinamika Global

Menjelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) X yang dijadwalkan pada April 2026, DPW LDII Provinsi Sumatera Barat mengambil langkah strategis dengan menggelar media gathering dan buka puasa bersama para insan pers. Acara yang berlangsung di Ponpes Miftahul Huda, Koto Tangah, Padang, pada Selasa (10/3/2026) ini menjadi wadah diskusi mengenai peran organisasi dalam menjaga stabilitas bangsa di tengah gejolak geopolitik dunia.

Ketua DPW LDII Sumatera Barat, Muchfiandi, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi global yang kian dinamis. Menurutnya, ketegangan internasional secara langsung akan memberikan dampak pada ekonomi domestik, terutama dalam sektor kebutuhan pokok dan energi.

“Ketegangan geopolitik di kawasan teluk, berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk energi, pangan, dan perdagangan internasional. Karena itu Indonesia perlu terus memperkuat ketahanan nasional,” ujar Muchfiandi.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, LDII telah merumuskan delapan klaster pengabdian, di mana ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utamanya. Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian masyarakat dari tingkat akar rumput.

“Ketahanan pangan merupakan bagian dari delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa. Kami mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan penguatan ekonomi berbasis komunitas,” jelas Muchfiandi.

Respons Terhadap Bencana dan Dakwah Ekologis

Selain isu global, LDII Sumbar juga menaruh perhatian serius pada masalah lokal, khususnya ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir yang kerap melanda wilayah Sumatera Barat. Hal ini menjadi landasan bagi LDII untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan mitigasi kebencanaan.

“Peristiwa banjir dan berbagai bencana hidrometeorologi menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” kata Muchfiandi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai aspek pembangunan sosial dan lingkungan hidup.

“LDII akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah provinsi dan daerah dalam berbagai program pembangunan, mitigasi kebencanaan, lingkungan hidup, wawasan kebangsaan dan ketahanan pangan masyarakat,” ujar Muchfiandi.

Langkah konkret yang akan segera diambil adalah peluncuran kembali program Go Green. Program ini diharapkan mampu menanggulangi isu-isu lingkungan krusial di Sumatera Barat, mulai dari pengelolaan sampah hingga praktik tambang ilegal.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan. Hal yang banyak disoroti tentunya penebangan liar, penambangan pasir ilegal dan tata kelola sampah. Sebagai gerakan yang berdampak langsung, go green akan menjadi rencana kerja unggulan LDII Sumbar di tahun 2026 ini,” pungkas Muchfiandi.

Budaya Ramah Lingkungan Sejak Dini

Menambahkan perspektif praktis, Sekretaris DPW LDII Sumatera Barat, Muhammad Abdillah, menjelaskan bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil. LDII kini secara bertahap mulai mengedukasi warganya untuk meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dalam setiap aktivitas.

“Kedepannya LDII akan mulai mengurangi penggunaan botol plastik dan kantong belanja sekali pakai. Dalam kegiatan ini juga dibagikan tumbler kepada peserta sebagai simbol ajakan untuk membangun budaya ramah lingkungan,” ujar Muhammad Abdillah.

Inisiatif pembagian tumbler ini diharapkan menjadi inspirasi bagi khalayak luas untuk mulai beralih ke gaya hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan demi masa depan lingkungan yang lebih baik.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik, membawa botol minum sendiri, serta menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang,” tutup Muhammad Abdillah.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama