Munas X LDII 2026: Mengokohkan Peran Ormas untuk Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Tengah Ancaman Perdamaian Dunia
Media Gathering LDII | Munas X LDII | Peran Ormas dalam Perdamaian Dunia
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII menggelar media gathering sekaligus buka puasa bersama para pewarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Selain sebagai ajang silaturahim, pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi LDII untuk menyampaikan arah strategis organisasi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari konflik geopolitik hingga ketidakstabilan ekonomi internasional yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Munas X LDII Digelar April 2026
Munas X LDII dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April 2026. Forum tertinggi organisasi ini mengusung tema besar:
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi global yang saat ini penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di sejumlah kawasan dunia memberikan dampak yang luas, tidak hanya dalam aspek keamanan tetapi juga pada stabilitas ekonomi internasional.
Menurutnya, perang yang berkepanjangan di kawasan Eropa Timur serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah mengguncang tatanan geoekonomi dunia. Dampaknya terasa pada berbagai sektor strategis seperti rantai pasok energi, ketahanan pangan, hingga stabilitas perdagangan internasional.
“Perang yang berkepanjangan di kawasan Eropa Timur dan ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan global, tetapi juga mengguncang tatanan geoekonomi dunia, mulai dari rantai pasok energi, pangan, hingga stabilitas perdagangan internasional,” paparnya.
Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Gejolak Global
KH Chriswanto menegaskan bahwa kondisi global tersebut menjadi pengingat penting bagi bangsa Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan nasional. Ketahanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan negara, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, hingga moral masyarakat.
Dalam konteks itulah LDII berupaya mengambil peran melalui kegiatan dakwah yang menekankan pada penguatan nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta pembangunan karakter masyarakat yang berakhlak mulia.
Menurutnya, ketika banyak negara menghadapi konflik dan ketegangan geopolitik, Indonesia justru memiliki peluang untuk menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, stabilitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ketika dunia menghadapi konflik dan ketegangan geopolitik, Indonesia harus tampil sebagai bangsa yang menjaga stabilitas, persatuan, dan nilai kemanusiaan. LDII ingin berkontribusi membangun masyarakat yang religius, rukun, dan peduli terhadap perdamaian dunia,” ujarnya.
Munas X LDII Momentum Konsolidasi Organisasi
Selain menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah organisasi, Munas X LDII juga menjadi ajang konsolidasi nasional. Dalam forum tersebut akan ditetapkan kepengurusan DPP LDII untuk masa bakti 2026–2031, sekaligus merumuskan berbagai strategi organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan.
Berbagai isu strategis juga akan dibahas secara mendalam, di antaranya penguatan nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul melalui pembinaan karakter masyarakat.
Isu-isu tersebut merupakan penajaman dari program strategis LDII yang dikenal sebagai 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa. Program ini mencakup berbagai bidang penting seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, teknologi, hingga penguatan moral dan karakter generasi muda.
Peran Ormas dalam Menjaga Kerukunan dan Kemandirian Bangsa
KH Chriswanto juga menilai bahwa situasi global yang tidak menentu menuntut Indonesia untuk semakin memperkuat kemandirian ekonomi serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Gangguan geopolitik dan gejolak geoekonomi akibat konflik internasional telah memicu volatilitas harga energi dan pangan di berbagai negara. Kondisi tersebut pada akhirnya turut memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk negara-negara berkembang.
Karena itu, organisasi kemasyarakatan seperti LDII dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, LDII berupaya membangun masyarakat yang mandiri sekaligus menjaga kerukunan dalam keberagaman bangsa Indonesia.
“Organisasi kemasyarakatan perlu ikut memperkuat ketahanan sosial masyarakat, mendorong kemandirian ekonomi, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa. Nilai-nilai inilah yang akan terus kami gaungkan dalam Munas X LDII,” jelasnya.
Kontribusi LDII untuk Perdamaian Dunia
Melalui Munas X LDII, organisasi ini berharap dapat mempertegas kontribusinya dalam mendukung cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan masyarakat yang menekankan nilai religiusitas, persatuan, serta tanggung jawab sosial.
Dengan memperkuat peran organisasi kemasyarakatan yang konstruktif, Indonesia diharapkan mampu terus menjaga stabilitas nasional sekaligus berkontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Munas X LDII pun diharapkan menjadi tonggak penting bagi perjalanan organisasi ke depan, sekaligus memperkuat komitmen LDII dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa dan perdamaian dunia.

