Sinergi Keumatan di Malam Ke-28 Ramadan: Kunjungan MUI ke Masjid Nur Rohman
Kota Cimahi menjadi saksi hangatnya hubungan antara lembaga keagamaan dalam menjaga kekhusyukan bulan suci. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Leuwigajah secara khusus mengunjungi Masjid Nur Rohman dalam agenda silaturahim Ramadan yang bertepatan dengan malam ke-28. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026) tersebut disambut dengan antusias oleh jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Leuwigajah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mempererat tali ukhuwah islamiyah di antara para pemangku kepentingan agama di tingkat lokal. Kehadiran tokoh-tokoh MUI ini tidak hanya sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk dukungan moril terhadap aktivitas dakwah dan sosial yang dijalankan oleh LDII di wilayah tersebut.
Silaturahim Keliling: Melihat Lebih Dekat Denyut Aktivitas Masjid
Ketua MUI Leuwigajah, KH Agus Suyadi Raharusun, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program "silaturahim keliling" yang dirancang untuk mempererat hubungan dengan jamaah sekaligus memantau secara langsung bagaimana aktivitas keumatan berlangsung di berbagai masjid di wilayahnya.
“Kami ingin melihat bagaimana masyarakat dan pengurus masjid menghidupkan suasana Ramadan melalui berbagai kegiatan,” ujar KH Agus Suyadi Raharusun.
Menurut pemantauannya, dari sekitar 70 masjid yang tersebar di wilayah Leuwigajah, masjid-masjid di bawah naungan LDII menunjukkan konsistensi yang luar biasa dalam menghidupkan suasana Ramadan. Hal ini terlihat jelas dari pelaksanaan iktikaf yang intensif untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Program '5 Sukses Ramadan' Sebagai Model Pembinaan Umat
Salah satu poin utama yang mencuri perhatian MUI adalah implementasi program "5 Sukses Ramadan" yang menjadi ciri khas pembinaan LDII. Program ini mencakup lima target utama bagi setiap jamaah, yakni sukses puasa, sukses salat tarawih, sukses tadarus Al-Quran, sukses meraih Lailatul Qadar, dan sukses zakat fitrah.
“Program ini bukan sekadar slogan, tetapi terlihat dalam praktik yang nyata. Ada pola pembinaan yang terarah dalam menggerakkan umat, ini patut disyukuri dan dipertahankan,” kata KH Agus Suyadi Raharusun memberikan pujian.
Lebih lanjut, ia juga memberikan sorotan positif terhadap sistem pembinaan generasi muda di lingkungan LDII. Bagi MUI, pola yang diterapkan LDII dalam mendidik anak-anak muda sangat sistematis dan memiliki keberlanjutan yang baik untuk masa depan umat.
“Ini bisa menjadi inspirasi dalam menyiapkan generasi penerus dan kader-kader di masa depan,” tambahnya lagi.
Harapan Untuk Masa Depan Hubungan Antarlembaga
Menanggapi apresiasi tersebut, Ketua PAC LDII Leuwigajah, Rustandi, menyatakan rasa syukur dan bahagianya. Ia menyebutkan bahwa kunjungan ini adalah momen yang sangat dinantikan oleh seluruh pengurus dan jamaah Masjid Nur Rohman.
“Alhamdulillah, setelah beberapa waktu, akhirnya MUI dapat berkunjung langsung. Bahkan tahun ini menjadi inisiatif dari MUI,” ujar Rustandi dengan penuh syukur.
Kegiatan silaturahim ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan dan kerja sama dalam pembinaan umat. Rustandi berharap bahwa ke depannya, sinergi antara LDII, MUI, dan berbagai elemen masyarakat lainnya dapat semakin diperkuat demi terciptanya tatanan masyarakat yang religius dan harmonis di Kelurahan Leuwigajah dan sekitarnya. Melalui kunjungan ini, diharapkan pola-pola pembinaan yang positif dapat terus dikembangkan dan ditularkan ke lingkup yang lebih luas.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.