Menko AHY: Pembangunan SDM Kunci Masa Depan Indonesia, Apresiasi Peran LDII dalam Pendidikan
Jakarta, 6 Maret 2026 – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan merupakan faktor penentu masa depan Indonesia.
Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan kuliah umum di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta.
Hal tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam acara "Kuliah Umum, Santunan Anak Yatim, Pembagian Sembako dan Buka Bersama" yang digelar di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Rabu (5/3).
Pendidikan Penentu Masa Depan Bangsa
Menurut AHY, meskipun Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kemajuan bangsa tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dimilikinya.
“Meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, kemajuan bangsa tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dimilikinya. Saya menilai LDII memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan pendidikan serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Sinergi Ulama dan Umaro
AHY juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan. Ia menilai hubungan harmonis antara ulama dan umaro merupakan kunci penting dalam menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang sedang terjadi saat ini.
“Saya rasa banyak hal yang bisa kita lakukan bersama-sama, karena Indonesia negara besar dan sangat majemuk. Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Apa yang terjadi di Timur Tengah membuat kita harus lebih bersyukur karena Indonesia masih dalam keadaan damai,” kata AHY.
Ia mengingatkan bahwa kondisi damai tersebut tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang akan berlangsung selamanya, sehingga seluruh elemen bangsa harus terus menjaga persatuan.
Apresiasi Dakwah LDII
AHY juga mengapresiasi peran LDII dalam menyampaikan dakwah Islam yang kokoh dalam syariat namun tetap selaras dengan nilai kebangsaan.
Menurutnya, perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang religius sekaligus memiliki semangat patriotisme.
“Perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki semangat patriotisme,” tutupnya.
Meninjau Fasilitas Pendidikan Pesantren
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga meninjau kawasan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin. Ia melihat berbagai fasilitas yang tersedia mulai dari sarana olahraga, balai pelatihan hingga pembangunan gedung sekolah dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, pengembangan fasilitas pendidikan merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan global.
“Pengembangan fasilitas pendidikan seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin merupakan langkah penting untuk mencetak generasi muda yang memiliki kualitas pendidikan, karakter yang kuat, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan global,” ujarnya.
Motivasi bagi Para Santri
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengapresiasi kunjungan Menko AHY yang dinilai dapat memberikan motivasi bagi para santri untuk terus berkembang.
“Kami berharap kehadiran ini dapat memberikan semangat dan memicu para santri untuk terus berkembang menjadi pribadi yang memiliki pengabdian dan kontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa LDII merupakan kekuatan sosial yang perlu bersinergi dengan pemerintah demi menjaga keutuhan bangsa.
“Kami adalah kekuatan sosial, maka harus ada sinergi dengan kekuatan otoritas. Saya berharap sinergisitas ini menjadi kekuatan yang luar biasa dalam menjaga keutuhan bangsa, membangun bangsa ke depan, dan menjadikan Indonesia semakin kuat,” ungkapnya.
Komitmen Mencetak Generasi Unggul
Ketua Pondok Pesantren Minhajurrosyidin KH Chairul Baihaqi juga menegaskan komitmen pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan guna mendukung pembangunan SDM Indonesia.
Menurutnya, sumber daya manusia merupakan modal utama bagi kemajuan suatu bangsa.
“Pondok Pesantren Minhajurrosyidin terus berupaya menyediakan sarana pendidikan modern dengan memadukan ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai agama,” jelasnya.
Pembangunan sekolah umum dari tingkat SD, SMP hingga SMA di lingkungan pesantren menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Melalui langkah tersebut, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
