Sejarah Berdirinya LDII
Lahirnya YAKARI. Organisasi ini pertama kali didirikan di Surabaya, Jawa Timur dengan nama Yayasan Karyawan Islam (YAKARI), sebagai embrio gerakan dakwah Islam yang terorganisasi.
Dalam Musyawarah Besar (MUBES) YAKARI tahun 1981, nama organisasi diubah menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) untuk mencerminkan ruang lingkup dakwah yang lebih luas.
Atas arahan Jendral Rudini selaku Menteri Dalam Negeri saat itu, nama LEMKARI — yang berakronim sama dengan Lembaga Karate-Do Indonesia — diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) hingga saat ini.
Keputusan Munas IX LDII Tahun 2021 (Nomor: KEP-6/MUNAS-IX/IV/2021) menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta lima motto berbasis Al-Qur'an yang berlaku periode 2021–2026.
5 Motto LDII Berbasis Al-Qur'an
"Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak manusia ke jalan Allah dengan hujjah yang nyata."
"Serulah semua manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik."
"Hendaklah ada di antara kamu segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma'ruf."
"Wahai kaumku, beramallah kamu sekalian semaksimal kemampuanmu, sesungguhnya aku adalah orang yang beramal."
"Bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian, dan kami adalah orang-orang yang mukhlis kepada Allah."
Visi & Misi LDII
Visi LDII
Menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, serta membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras.
Misi LDII
Memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman, dan penerapan ajaran Islam secara menyeluruh, berkesinambungan, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Strategi LDII
Meningkatkan kualitas SDM yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia serta memiliki etos kerja produktif dan profesional dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Memberdayakan potensi SDM yang berkompetensi di bidang informasi, iptek, dan pengabdian masyarakat di sektor sosial budaya, ekonomi, dan politik.
Menumbuhkembangkan kegiatan kewirausahaan dan usaha koperasi dalam rangka pembenahan ekonomi umat di sektor formal maupun informal.
Mendorong pembangunan masyarakat madani yang kompetitif dengan mengembangkan ukhuwwah, kepekaan sosial, dan memperkuat karakter bangsa.
Meningkatkan advokasi dan pemberdayaan masyarakat tentang supremasi hukum, HAM, dan penanggulangan ancaman kepentingan publik serta kerusakan lingkungan.
Sasaran & Tujuan LDII
Meningkatnya kegiatan dakwah Islam secara merata di seluruh tanah air
Meningkatnya kualitas hidup masyarakat Islam secara merata di Indonesia
Meningkatnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam secara merata
Meningkatnya kualitas SDM masyarakat Islami yang berdaya saing
Meningkatnya partisipasi masyarakat Islam dalam program pembangunan bangsa
Meningkatnya kerukunan beragama dan kesetiakawanan sosial antar umat
