Sinergi Strategis LDII dan Media Massa untuk Pembangunan Daerah
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Magelang menegaskan langkah strategisnya dalam mendukung visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Magelang. Fokus utama organisasi ini diarahkan pada penguatan sektor pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda sebagai fondasi kemajuan daerah di masa depan. Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama awak media yang digelar di Resto Kebon Tebu, Kota Magelang, Jawa Tengah.
Sekretaris DPD LDII Kabupaten Magelang, Arif Yulianto, menjelaskan bahwa LDII berkomitmen penuh untuk berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan visi Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera, atau yang populer dengan semboyan 'Anyar Gress'. Program-program internal organisasi telah diselaraskan dengan agenda pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Jika di tingkat nasional terdapat program Asta Cita dan di tingkat daerah Pemkab Magelang memiliki Sapta Cipta, maka LDII menjalankan delapan bidang pengabdian sebagai bentuk kontribusi organisasi untuk bangsa dan negara,” ujar Arif Yulianto.
Fokus pada Tiga Aspek Pendidikan Generasi Muda
Dalam membedah strategi pembinaannya, LDII Kabupaten Magelang menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama. Arif memaparkan bahwa terdapat tiga parameter keberhasilan yang ingin dicapai dalam membina generasi penerus bangsa, yakni penguasaan ilmu agama yang mendalam, pencapaian pendidikan umum yang mumpuni, serta pembentukan karakter yang berakhlakul karimah.
“Di sektor pendidikan, LDII Kabupaten Magelang menitikberatkan pada pembinaan generasi muda melalui tiga aspek utama, yaitu pendidikan agama, pendidikan umum, dan pendidikan karakter,“ jelas Arif Yulianto.
Untuk mencapai target tersebut, LDII mengimplementasikan berbagai program berkelanjutan yang menyasar berbagai jenjang usia:
- Program Cabe Rawit: Pembinaan bagi anak usia dini (TK hingga SD) yang dilaksanakan secara intensif melalui jaringan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ).
- Forum Pengajian Generasi Muda: Wadah diskusi dan pembinaan rutin bagi pelajar tingkat SMP hingga jenjang remaja di level Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).
- Pendidikan Berbasis Pesantren: Pengelolaan institusi pendidikan formal dan keagamaan seperti Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin di Sawangan dan Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirot di Kajoran.
Inovasi Program 'Santri Kalong' dan Kolaborasi Pendidikan
Selain pendidikan formal, LDII juga mengedepankan sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan pesantren. Dewan Penasehat LDII Kabupaten Magelang, Modrik Santoso, menekankan bahwa karakter profesional dan religius tidak dapat tumbuh secara instan tanpa adanya kerja sama kolektif dari berbagai pihak terkait.
“Karakter religius dibangun melalui pembinaan di pondok pesantren maupun majelis taklim, sedangkan karakter profesional dibentuk melalui pendidikan di sekolah. Diperlukan sinergi antara pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pamong, dan orang tua,” jelas Modrik Santoso.
Salah satu inovasi unggulan yang mendapatkan perhatian adalah program 'Santri Kalong'. Program ini didesain khusus bagi para pelajar dan mahasiswa agar tetap mendapatkan asupan rohani dan pembinaan karakter di tengah kesibukan akademik mereka. Setiap akhir pekan, ratusan pemuda LDII berkumpul di pesantren untuk mengikuti kegiatan intensif.
“Sekitar 500 hingga 800 generasi muda LDII Kabupaten Magelang mengikuti program ini setiap Sabtu hingga Minggu dengan bermalam di pesantren,” ungkap Modrik Santoso.
Program menginap di pesantren ini bukan sekadar sarana edukasi, namun juga menjadi langkah preventif untuk menjauhkan pemuda dari potensi aktivitas negatif pada malam minggu. Dengan mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang produktif dan religius, LDII berharap dapat membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Melalui konsistensi dalam pembinaan generasi muda ini, LDII Kabupaten Magelang optimis dapat mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat untuk membangun Magelang yang lebih baik dan religius di masa yang akan datang.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.