LDII Banjarbaru Tekankan Pentingnya Etika Digital dan Kesucian Hati di Momen Idul Fitri 1447 H

LDII Banjarbaru Tekankan Pentingnya Etika Digital dan Kesucian Hati di Momen Idul Fitri 1447 H

Suasana Khidmat Shalat Id di Empat Lokasi Strategis Banjarbaru

Warga LDII Kota Banjarbaru memadati saf-saf shalat Idul Fitri 1447 H yang digelar serentak di empat lokasi strategis pada Sabtu (21/3) pagi. Keempat titik pelaksanaan tersebut tersebar di Kelurahan Guntung Manggis, Landasan Ulin Timur, Loktabat Utara, dan Loktabat Selatan untuk memfasilitasi jemaah di berbagai wilayah kota.

Makna Kembali ke Fitrah: Menginstal Ulang Sistem Ketakwaan

Pusat kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Manshurin menjadi magnet utama bagi para jemaah. Bertindak sebagai imam dan khatib, Pembina LDII Kota Banjarbaru, Fajar Arianto, S.Ak., menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kembali ke fitrah sebagai esensi dari Idul Fitri.

"Kemenangan hari ini bukan karena kita kembali makan di siang hari, tapi karena kita telah berhasil menginstal ulang (re-install) sistem ketakwaan di dalam hati," ujar Fajar Arianto, S.Ak.

Dalam khotbahnya, Fajar menguraikan bahwa Idul Fitri adalah momentum kembalinya manusia pada keadaan suci tanpa dosa setelah sebulan penuh digembleng dalam 'laboratorium spiritual' Ramadhan. Ia mengajak jemaah untuk berkomitmen menjaga kesucian tersebut dalam perilaku dan akhlak sehari-hari.

Tantangan Dakwah dan Etika di Era Digital

Suasana khidmat tersebut juga diisi dengan arahan dari Wakil Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan, H. Surowo, SH., MM. Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan interaksi di era digital yang ibarat dua mata pisau, di mana aktivitas media sosial dapat berujung pada pahala maupun dosa.

"Implementasi takwa di masa kini adalah bijak bermedia sosial. Gunakan tulisan dan kalimat yang santun, perhatikan tata krama serta etika," tegas H. Surowo, SH., MM.

Pesan ini memperkuat instruksi dari DPP LDII agar warga menjadikan momen hari raya sebagai waktu untuk melakukan "gencatan senjata jempol" dari segala bentuk pertikaian duniawi di ruang digital. Warga diingatkan agar pahala puasa yang telah diraih tidak hangus begitu saja akibat unggahan hoaks atau caci maki di media sosial.

Harapan untuk Keberkahan Bangsa

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, H. Surowo menyampaikan harapan agar seluruh ibadah yang telah dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Melalui semangat Idul Fitri ini, diharapkan dapat membawa keberkahan yang luas bagi masyarakat Banjarbaru khususnya, serta membawa kedamaian bagi bangsa Indonesia secara umum.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama