Filosofi Puasa sebagai Tirakat Penyucian Jiwa
Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu Jombang menggelar rangkaian acara Buka Puasa Bersama yang dirangkai dengan Santunan Anak Yatim pada Senin (11/3). Acara istimewa ini dihadiri langsung oleh Kepala KemenHaj Jombang, KH. Ilham Rohim, yang memberikan tausiyah mendalam mengenai filosofi ibadah puasa di hadapan para santri dan tamu undangan.
Dalam ceramahnya, KH. Ilham Rohim menekankan bahwa esensi puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah proses spiritual yang disebut sebagai "tirakat". Proses ini bertujuan untuk menyucikan jiwa dan melatih kepekaan sosial umat Muslim.
“Arti tirakat itu untuk membersihkan diri dengan cara berpuasa sebulan penuh. Tirakat ini menjadikan kita saling memberikan kebahagiaan, baik saat berbuka puasa maupun di hari kemenangan nanti. Itu semua dimulai dari proses tirakat kita saat ini,”
Korelasi Puasa dengan Kesiapan Ibadah Haji
Lebih lanjut, KH. Ilham menarik benang merah antara kekuatan spiritual dalam berpuasa dengan kesiapan mental menunaikan Rukun Islam kelima, yakni ibadah haji. Ia meyakini bahwa konsistensi dalam melakukan olah spiritual atau tirakat menjadi modal utama bagi seseorang untuk bisa sampai ke Tanah Suci.
“Bagaimana caranya kita bisa berangkat haji? Itu bermula dari tirakat. Itulah kunci agar kita mampu dan bisa terlaksana menunaikan ibadah haji,”
Melalui tirakat yang disiplin, seorang Muslim diharapkan memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat, yang merupakan syarat mutlak dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang berat.
Metode 'Three Sukses' untuk Ibadah yang Sempurna
Menutup sesi tausiyahnya, KH. Ilham Rohim membagikan sebuah formula keberhasilan dalam beribadah yang ia sebut sebagai metode "Three Sukses". Strategi ini ditekankan terutama bagi para jamaah yang tengah mempersiapkan diri untuk keberangkatan haji tahun ini agar dapat meraih predikat haji mabrur.
“Jika ingin sukses, kita wajib melakukan Three Sukses. Yaitu menjalankan yang wajib, serta melaksanakan yang sunnah. Itu kunci sukses. Sekali lagi saya ingatkan, ujian puasa yang utama adalah menahan diri dari emosi,”
Sebagai simbol kepedulian sosial, acara ini diakhiri dengan penyerahan parsel serta santunan secara simbolis oleh KH. Ilham Rohim bersama pengurus Ponpes Gadingmangu dan jajaran Forkopimda kepada anak-anak yatim serta kaum dhuafa. Kegiatan ini menjadi penutup yang manis, mempertegas pesan kebersamaan dan kasih sayang di bulan suci Ramadan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.