Idul Fitri 1447 H: Ponpes Wali Barokah Perkuat Ukhuwah dan Dukung Visi Kediri MAPAN

Idul Fitri 1447 H: Ponpes Wali Barokah Perkuat Ukhuwah dan Dukung Visi Kediri MAPAN

Momentum Syukur dan Penguatan Moral di Hari Kemenangan

Ribuan jemaah memadati halaman Kantor Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu pagi. Pelaksanaan ibadah tahunan ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur, menandai kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam khotbahnya, Ustadz KH. Sabela Rosyada menekankan pentingnya mempertahankan kualitas ibadah dan akhlak yang telah ditempa selama bulan suci. Beliau mengingatkan bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan sebuah transformasi moral yang mendalam.

"Barang siapa yang tidak mau meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak berkehendak memberinya pahala walaupun dia meninggalkan makan dan minumnya," ujar KH. Sabela Rosyada mengutip hadits riwayat Bukhari.

Beliau juga mengajak jemaah untuk menjaga keberlanjutan '5 Sukses Ramadan', yakni sukses puasa, tarawih, tadarus, lailatul qodar, dan zakat fitrah, guna menumbuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta empati dalam kehidupan sehari-hari.

Kontribusi Nyata Pesantren untuk Pembangunan Daerah

Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, yang membacakan sambutan tertulis Ketua Pondok, menyampaikan apresiasi atas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Ia menegaskan bahwa santri dan warga pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung program pemerintah.

"Sebagai warga negara yang baik, kita wajib memberikan kontribusi nyata. Khususnya di Kota Kediri, mari kita dukung visi MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni) yang menjadi arah pembangunan lima tahun ke depan," tutur H. Agung Riyanto.

Selain fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, Ponpes Wali Barokah juga memberikan perhatian serius terhadap tantangan era digital. Pihak pesantren mengajak masyarakat untuk menggunakan teknologi secara bijak guna menghindari perpecahan.

"Dalam era disrupsi informasi ini, kami mengajak seluruh warga untuk menyikapi teknologi secara bijak. Kita harus mampu memilah informasi yang bermanfaat dan menjauhi penyebaran berita bohong atau hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian berbau SARA yang dapat memecah belah kerukunan," tegas H. Agung Riyanto.

Perlindungan Generasi Muda dan Karakter Luhur

Terkait perlindungan generasi penerus, Ponpes Wali Barokah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah dalam membatasi penggunaan gawai pada anak di bawah umur.

"Kami mendukung penuh implementasi PP No. 17 Tahun 2025 dan Permenkomdigi No. 6 Tahun 2026 mengenai pembatasan penggunaan gadget bagi anak di bawah 16 tahun. Hal ini merupakan langkah strategis untuk melindungi mental dan tumbuh kembang generasi penerus kita," jelas H. Agung Riyanto.

Langkah ini selaras dengan komitmen pesantren dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Targetnya adalah melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.

"Komitmen kami adalah mempersiapkan generasi yang tidak hanya mumpuni secara intelektual dan menguasai ilmu dunia, tetapi juga kuat secara spiritual dengan pemahaman agama yang mendalam, serta mampu mengimplementasikan 29 karakter luhur dalam kehidupan bermasyarakat," ujar H. Agung Riyanto.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai jembatan silaturahim guna memperkokoh persatuan bangsa. Dengan semangat kemerdekaan batin, diharapkan persatuan antara elemen umat Islam dan seluruh komponen bangsa dapat semakin kuat demi mewujudkan NKRI yang maju, aman, dan diberkahi Allah SWT.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama