Ponpes Wali Barokah Kediri Hadiri Santunan Yatim di Ponpes Al Ubaidah Kertosono

Ponpes Wali Barokah Kediri Hadiri Santunan Yatim di Ponpes Al Ubaidah Kertosono

Ponpes Wali Barokah Kediri Hadiri Santunan Yatim di Ponpes Al Ubaidah Kertosono

Ponpes Wali Barokah Kediri Hadiri Santunan Yatim di Ponpes Al Ubaidah Kertosono Nganjuk

Nganjuk (25/2) – Sinergi antar-lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur kembali diperkuat melalui kegiatan “Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa” yang diselenggarakan oleh Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Selasa (24/2/2026).

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Habib Ubaidillah Al Hasany, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama dan pimpinan ormas Islam di wilayah Jawa Timur.

Apresiasi Tradisi Filantropi Pesantren

Mewakili Ponpes Wali Barokah Kediri, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah H. Agung Riyanto yang juga menjabat Ketua LDII Kota Kediri menyampaikan apresiasi atas konsistensi Ponpes Al Ubaidah dalam menjalankan tradisi santunan kepada anak yatim dan dhuafa.

Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini bukan hanya bentuk bantuan materi, tetapi juga simbol kepedulian, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah antar-lembaga pesantren.

“Kami bersyukur dapat memenuhi undangan ini. Tradisi santunan yang dilaksanakan Ponpes Al Ubaidah merupakan wujud karakter santri dan kyai yang peduli serta gemar berbagi. Ini menjadi contoh baik dalam membangun kemaslahatan umat,” ujarnya.

300 Paket Sembako dan 50 Bingkisan Yatim

Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menjelaskan bahwa santunan tahun ini meliputi 300 paket sembako dan 50 bingkisan untuk anak yatim. Program tersebut merupakan amanah para pendiri pondok yang terus dijaga keberlanjutannya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk jajaran LDII Jawa Timur, perwakilan TNI-Polri, serta unsur pemerintah daerah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pesantren sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pesantren dalam pembangunan ekonomi daerah, termasuk melalui penguatan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN).

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak solidaritas sosial dan pemberdayaan umat.

Lebih baru Lebih lama