LDII Hadiri Safari Ramadan Hari Ke-4 di Rancaekek, Bupati Bandung Paparkan Capaian 1 Tahun

LDII Hadiri Safari Ramadan Hari Ke-4 di Rancaekek, Bupati Bandung Paparkan Capaian 1 Tahun

LDII Hadiri Safari Ramadan Hari Ke-4 di Rancaekek, Bupati Bandung Paparkan Capaian 1 Tahun

Pengurus LDII menghadiri Safari Ramadan Bupati Bandung di Masjid Besar Rancaekek

RANCAEKEK — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) turut menghadiri kegiatan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling (Tarling) hari ke-4 yang digelar Bupati Bandung di Masjid Besar (Kaum) Rancaekek, Senin (24/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Selain melaksanakan salat tarawih berjamaah, Bupati Bandung juga menyampaikan laporan capaian kinerja satu tahun pemerintahan yang telah mencapai sekitar 74 persen.

Santunan Anak Yatim dan Kolaborasi Sosial

Safari Ramadan turut diisi dengan penyerahan santunan kepada 50 anak yatim serta pembagian paket sembako bersama BAZNAS Kabupaten Bandung. Program ini merupakan agenda rutin selama rangkaian Tarawih Keliling Ramadan.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, para kepala dinas, camat dan kepala desa se-Dapil IV, tokoh masyarakat, pimpinan pesantren, serta berbagai organisasi kemasyarakatan termasuk LDII.

LDII: Wujud Komitmen 3K

Ketua PC LDII Rancaekek, H. Andi Mulya, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran pengurus LDII merupakan bentuk dukungan terhadap program keagamaan dan silaturahmi pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa partisipasi tersebut merupakan implementasi nilai 3K LDII, yakni Karya, Kontribusi, dan Komunikasi sebagai bagian dari pembinaan 29 Karakter Luhur warga LDII.

“Momentum Safari Ramadan ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat sinergi antara ulama, umaro, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Paparan Program Prioritas 2025–2029

Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ibadah, persatuan, dan kepedulian sosial. Ia juga memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Kabupaten Bandung.

Bupati memaparkan visi pembangunan Kabupaten Bandung periode 2025–2029 bertajuk “Lebih Bedas, Maju dan Berkelanjutan”. Visi tersebut selaras dengan kebijakan nasional, termasuk program Asta Cita dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

1. Ekonomi dan UMKM

Pemkab Bandung menggulirkan pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan melalui BPR Kertaraharja dengan total anggaran lebih dari Rp70 miliar. Selain itu, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan usaha melalui coaching clinic di PLUT.

2. Pendidikan dan SDM

Program Beasiswa Bupati (BESTIE), insentif bagi guru ngaji, ustaz/ustazah, takmir, dan marbot masjid menjadi fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia.

3. Kesehatan dan Infrastruktur

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan lima RSUD baru di Cimaung, Kertasari, Banjaran, Pacira, dan Tegalluar guna memperluas akses layanan kesehatan.

4. Perumahan dan Sosial

Program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) ditargetkan mampu memperbaiki 4.000–5.000 unit rumah per tahun mulai 2026. Selain itu terdapat Kartu Tani Sibedas, peningkatan insentif RT/RW dan Linmas, serta layanan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

5. Lingkungan dan Inovasi Pemerintahan

Gerakan Lingkungan Lebih Bedas diarahkan untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Sementara program “Bunga Desa” dan “Geber Tuntas” difokuskan pada penyerapan aspirasi warga serta percepatan penurunan angka stunting.

Seluruh program tersebut mendukung visi Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera (BEDAS).

Di akhir kegiatan, perwakilan LDII berfoto bersama Bupati Bandung serta sejumlah tokoh masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan komitmen membangun daerah secara kolaboratif.

Lebih baru Lebih lama