LDII Bontang dan BPBD Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Remaja
BONTANG, 18 Januari 2026
Kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Situasi seperti henti jantung dan henti napas membutuhkan penanganan cepat dan tepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). BHD merupakan upaya awal untuk mempertahankan kehidupan seseorang yang mengalami kegawatdaruratan sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Sayangnya, tingkat pengetahuan masyarakat terkait Bantuan Hidup Dasar masih tergolong rendah. Padahal, keterlambatan pertolongan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen bahkan kematian hanya dalam hitungan menit akibat kekurangan oksigen.
Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bontang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi remaja LDII.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di Kompleks Masjid Baitul Musthofa, Kelurahan Gunung Telihan, Kota Bontang.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan praktis remaja dalam melakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar saat menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar. Pengetahuan dan keterampilan BHD dinilai penting untuk ditanamkan sejak dini, khususnya kepada kalangan remaja sebagai generasi penerus.
Materi pelatihan disampaikan oleh tim instruktur dari BPBD Kota Bontang melalui pemaparan teori yang dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta mendapatkan kesempatan mempraktikkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) menggunakan manekin dengan pendampingan instruktur profesional.
Melalui metode ini, mayoritas peserta dinilai telah mampu memahami dan mempraktikkan prosedur Bantuan Hidup Dasar sesuai dengan standar yang berlaku.
Ketua DPD LDII Kota Bontang, H. Anton Kuswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemampuan dan pemahaman tentang Bantuan Hidup Dasar sangat penting dimiliki oleh setiap individu.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memperluas wawasan serta meningkatkan keterampilan remaja LDII dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya pada situasi gawat darurat yang mengancam keselamatan jiwa.”
Sementara itu, Koordinator Tim Instruktur BPBD Kota Bontang, Syamsudin, menyampaikan apresiasi kepada LDII Kota Bontang atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang konsisten dan peduli terhadap isu kebencanaan serta keselamatan masyarakat.
Menurutnya, dalam kondisi darurat maupun bencana, pertolongan pertama bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen kesiapsiagaan dan berperan aktif dalam upaya penyelamatan jiwa di lingkungan masing-masing.