Kunjungi DPP LDII, Stafsus Menko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

Kunjungi DPP LDII, Stafsus Menko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

Jakarta (10/1) – Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, berkunjung ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII), Jakarta, pada Jumat (9/1/2025).

Ahmad Nurwahid menjelaskan, kunjungan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan persepsi dan tujuan antara pemerintah dan LDII, khususnya terkait penguatan sumber daya manusia (SDM) serta peran strategis organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam pembangunan nasional.

“Ini kunjungan informal, tetapi karena sudah ada satu persepsi, kesannya menjadi seperti formal. Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke LDII,” ujar Ahmad Nurwahid.

Perkuat Sinergi Program Pemerintah dan Ormas

Ia menegaskan, kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari tugas Kemenko PMK dalam mendukung upaya pemerintah membangun SDM unggul dan berdaya saing, sejalan dengan program-program strategis nasional.

“Sejumlah program yang dicanangkan Kemenko PMK ternyata telah diimplementasikan oleh LDII di lapangan. Karena itu, yang perlu dilakukan ke depan adalah memperkuat aspek sinergi dan kolaborasi,” jelasnya.

Inklusivitas dan Komunikasi Sosial di Era Digital

Mantan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI tersebut juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam komunikasi sosial. Ia mengakui, di ruang publik masih terdapat stigma negatif terhadap LDII yang memerlukan pendekatan sosialisasi berkelanjutan.

“Di luar sana masih ada stigma yang berkembang. Karena itu, diperlukan upaya membangun inklusivitas dan komunikasi sosial yang lebih optimal, apalagi di era digital,” ungkapnya.

Dalam perspektif teori sosial, lanjutnya, perubahan terhadap tatanan sosial yang telah mengakar membutuhkan waktu panjang. Namun, dengan pendekatan yang terukur, dialogis, dan inklusif, proses tersebut dapat dipercepat tanpa menimbulkan gesekan sosial.

Agama dan Kebangsaan Tidak Terpisahkan

Ahmad Nurwahid juga menekankan pentingnya membangun paradigma yang meniadakan dikotomi antara nilai keagamaan dan kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai agama justru mengandung semangat kebangsaan yang mampu memperkuat persatuan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.

“Ketika kita bicara agama, di dalamnya juga termasuk kebangsaan. Inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap inklusif di tengah keberagaman,” tegasnya.

Dengan berlandaskan Pancasila, silaturahim, dan sinergi seluruh elemen bangsa, ia optimistis Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, terutama dengan peran aktif generasi muda.

LDII Sambut Baik Peluang Kerja Sama

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyambut baik kunjungan Staf Khusus Menko PMK tersebut. Menurutnya, kehadiran perwakilan pemerintah membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara LDII sebagai kekuatan sosial masyarakat dengan pemegang otoritas negara.

“Kami adalah kekuatan sosial yang perlu bergandengan tangan dengan pemilik otoritas. Sinergi ini penting agar pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Ia berharap, kunjungan ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan, termasuk dalam program pembinaan kebangsaan dan penguatan wawasan nasional, seperti Sekolah Virtual Kebangsaan yang selama ini melibatkan berbagai lembaga negara.

“Kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi demi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan,” tutupnya.

Lebih baru Lebih lama